BENUANTA – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai dipersiapkan oleh masyarakat Kabupaten Berau yang hendak pulang ke kampung halaman.
Di tengah antusiasme tersebut, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengeluarkan imbauan penting terkait kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran rumah yang kerap menghantui saat hunian ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Subroto mengingatkan, periode mudik yang berlangsung cukup lama menuntut ketelitian ekstra dari pemilik rumah sebelum mengunci pintu.
Berdasarkan evaluasi kejadian sebelumnya, mayoritas kasus kebakaran di pemukiman dipicu oleh gangguan arus pendek listrik atau kelalaian kecil yang berakibat fatal.
“Karena banyak kebakaran terjadi arus pendek listrik. Ini harus diantisipasi, terutama saat ditinggal dalam waktu yang lama,” ungkapnya, Minggu (8/3/2026).
Pencegahan bencana sebenarnya bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana namun sering terabaikan.
Subroto menekankan pentingnya memeriksa seluruh instalasi listrik dan memastikan peralatan elektronik yang tidak diperlukan sudah dicabut dari stop kontak.
Selain listrik, kondisi dapur terutama regulator kompor gas juga harus dipastikan dalam posisi aman dan mati total sebelum bepergian.
Ketelitian sebelum berangkat mudik adalah kunci utama agar perjalanan menuju kampung halaman terasa tenang tanpa beban pikiran.
“Pastikan semua peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dicabut. Jangan sampai terjadi kebakaran saat rumah kosong karena kelalaian kecil,” ujarnya.
Selain faktor teknis di dalam rumah, aspek pengawasan eksternal juga memegang peranan vital.
Subroto mengimbau para pemudik untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetangga terdekat yang tidak mudik atau melapor kepada pihak keamanan lingkungan setempat.
Hal ini bertujuan agar rumah yang kosong tetap terpantau dan jika terjadi hal-hal mencurigakan, tindakan cepat bisa segera diambil.
Peran aktif warga sekitar dalam menjaga keamanan lingkungan secara kolektif dinilai sangat efektif untuk menekan angka kriminalitas maupun risiko bencana selama periode libur Lebaran.
Saling menjaga antarwarga merupakan bentuk kearifan lokal yang harus terus diperkuat.
“Kalau bisa titipkan rumah kepada tetangga atau keluarga terdekat agar bisa ikut memantau. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Adv)




