BENUANTA – Sebuah survei pasar terbaru yang menganalisis pendapatan empat agensi hiburan terbesar di Korea Selatan atau Big 4 telah menarik perhatian publik. Laporan ini menyoroti perbedaan strategi bisnis dan kesehatan finansial yang mencolok antara HYBE, SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment.
Data yang dihimpun media ekonomi Hankyung menunjukkan pola ekspansi yang bertolak belakang antar raksasa industri tersebut. HYBE tercatat sangat agresif di pasar internasional dengan persentase penjualan mencapai 63,7 persen sedangkan pasar domestiknya hanya 36,3 persen.
Sebaliknya SM Entertainment justru masih sangat dominan di kandang sendiri. Agensi legendaris ini mencatatkan penjualan domestik sebesar 68,5 persen dan hanya 31,5 persen yang berasal dari pasar luar negeri.
Sementara itu YG Entertainment dan JYP Entertainment memiliki proporsi yang sedikit lebih seimbang. YG mencatat 52,7 persen pasar domestik sedangkan JYP sedikit lebih condong ke pasar internasional dengan angka 55,7 persen.
Kejutan Laba Bersih
Diskusi semakin hangat ketika sebuah unggahan viral di forum Theqoo membedah perbandingan keuntungan nyata perusahaan pada tahun 2024. Dari segi total pendapatan penjualan HYBE memang memimpin di urutan pertama diikuti oleh SM dan JYP.
Namun situasi berbalik drastis ketika berbicara mengenai laba bersih atau uang tunai yang benar benar dikantongi perusahaan. JYP Entertainment secara mengejutkan justru menempati peringkat pertama sebagai perusahaan paling efisien dalam mencetak laba.
Posisi kedua dalam hal laba bersih diduduki oleh YG Entertainment disusul SM Entertainment. Sementara itu raksasa industri HYBE harus puas berada di posisi buncit dalam kategori keuntungan bersih ini meski omzetnya paling besar.
“Namun jika menyangkut laba bersih JYP Entertainment memimpin diikuti oleh YG Entertainment SM Entertainment dan HYBE di posisi terakhir,” tulis laporan analisis pasar tersebut, Minggu (28/12/2025).



