BENUANTA – Kapal kargo komersial milik Thailand menjadi sasaran serangan proyektil misterius saat melintasi jalur panas Selat Hormuz di tengah meningkatnya tensi militer antara Iran dan Israel. Kapal bernama Mayuree Naree tersebut mengalami ledakan hebat yang memicu kobaran api besar dan memaksa puluhan awak kapal melakukan evakuasi darurat, Rabu (11/3/26).
Insiden ini terjadi ketika wilayah perairan tersebut menjadi zona berbahaya akibat aksi saling balas serangan udara antar kedua negara yang bertikai. Tim penyelamat dari Angkatan Laut Oman segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para pelaut yang terjebak di tengah lautan.
Operasi Penyelamatan Darurat
Sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan dari sekoci setelah mereka melompat meninggalkan kapal yang terus terbakar. Namun otoritas maritim melaporkan bahwa masih ada tiga pelaut lainnya yang hingga kini belum ditemukan di area sekitar bangkai kapal.
Petugas penyelamat menghadapi kendala besar karena kepulan asap hitam yang pekat serta risiko adanya serangan susulan di lokasi tersebut. Kapal kargo yang mengangkut komoditas tersebut kini dalam kondisi miring dan terombang ambing tanpa kendali di jalur perdagangan energi dunia.
Militer Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut menyatakan bahwa proyektil tersebut diduga kuat berasal dari wilayah yang dikuasai kelompok yang berafiliasi dengan pihak bertikai. Serangan ini menandai eskalasi serius di mana kapal sipil non-kombatan mulai menjadi korban langsung dari konflik terbuka.
Ketegangan di Jalur Hormuz
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO telah mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh kapal komersial agar menjauhi wilayah Selat Hormuz untuk sementara waktu. Beberapa kapal lain yang berada di dekat lokasi kejadian dilaporkan segera mengubah arah guna menghindari nasib serupa.
Hantaman proyektil ini menyebabkan kerusakan struktural yang sangat parah pada bagian lambung kapal Thailand tersebut. Para ahli maritim mengkhawatirkan adanya potensi pencemaran lingkungan jika bahan bakar kapal tersebut tumpah ke perairan sekitarnya.
“Fokus utama kami saat ini adalah menemukan tiga awak kapal yang hilang dan memastikan keselamatan mereka yang berhasil dievakuasi,” ujar juru bicara otoritas pelabuhan setempat.



