Tangkap Peluang Emas IKN, DPRD Berau Desak Pemerintah Gandeng Swasta Kelola Pariwisata Secara Profesional

Bisnis

Keindahan Pantai Pulau Maratua Berau yang memanjakan mata wisatawan. (Istimewa)
Keindahan Pantai Pulau Maratua Berau yang memanjakan mata wisatawan. (Istimewa)

BENUANTA – Masa depan sektor pariwisata di Kabupaten Berau kini dituntut untuk bergeser ke arah pengelolaan yang lebih serius dan modern.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta guna memaksimalkan kekayaan alam Bumi Batiwakkal.

Sinergi ini dinilai sebagai kunci utama agar pariwisata daerah tidak hanya sekadar eksis, tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Arman menegaskan, potensi pariwisata yang dimiliki Berau sudah sangat luar biasa dan memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan domestik hingga mancanegara.

Namun, keindahan alam tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan jika hanya berhenti pada tahap promosi tanpa diikuti manajemen pengelolaan yang mumpuni. 

“Potensi wisata yang dimiliki Berau sangat besar dan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Selain urusan infrastruktur dan pengelolaan destinasi, Arman menyoroti aspek krusial lainnya, yakni kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kehadiran tenaga profesional, mulai dari pemandu wisata hingga pengelola penginapan, menjadi faktor penentu dalam memberikan kesan mendalam bagi para pelancong.

Tanpa pelayanan yang prima, keindahan alam Berau dikhawatirkan tidak akan mampu mempertahankan minat kunjungan wisatawan dalam jangka panjang.

Keterlibatan pihak swasta atau pihak ketiga dipandang sebagai solusi cerdas untuk mempercepat transfer pengetahuan dan standar pelayanan profesional di objek wisata.

Dengan sentuhan manajemen profesional, destinasi wisata di Berau diharapkan dapat naik kelas dan memiliki standar pelayanan yang setara dengan daerah tujuan wisata utama lainnya.

“Berau harus menyiapkan SDM yang berkualitas dalam menjalankan sektor pariwisata tersebut,” tuturnya.

Arman memandang sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai mesin baru pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Momentum perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur harus dimanfaatkan secara optimal oleh Kabupaten Berau.

Dengan letak geografis yang relatif dekat, Berau berpeluang besar menjadi destinasi liburan utama bagi masyarakat di kawasan ibu kota baru tersebut.

Sinergi antara pemerintah dan swasta diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh dan mandiri.

Arman berharap pemerintah daerah menempatkan hal ini sebagai prioritas pembangunan agar Berau siap menyambut lonjakan wisatawan di masa depan.

“Saya berharap pemerintah bisa lebih memprioritaskan hal ini. Saya yakin Kabupaten Berau dapat menjadi salah satu daerah penyangga IKN dengan segala potensi pariwisatanya,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:

Baca Juga