BENUANTA – Perselisihan antara SM Entertainment dan trio EXO-CBX memasuki babak baru yang jauh lebih serius di ranah hukum. Pengadilan Distrik Timur Seoul baru saja mengabulkan permohonan sita jaminan yang diajukan agensi raksasa tersebut terhadap aset milik Baekhyun, Chen, dan Xiumin.
Langkah agresif ini membuat properti dan rekening bank milik ketiga anggota tersebut kini berada dalam status pembekuan sementara. Total nilai aset yang disita dilaporkan mencapai angka fantastis yakni sekitar 26 miliar Won atau setara 300 miliar Rupiah.
Akar Konflik Pembagian Pendapatan
Tindakan hukum ini bermula dari sengketa kontrak eksklusif yang melibatkan kewajiban pembayaran royalti. SM Entertainment menggugat ketiga artis tersebut karena dinilai gagal memenuhi kesepakatan pembayaran 10 persen dari pendapatan aktivitas individu mereka.
Pihak agensi mengklaim bahwa trio yang bernaung di bawah label INB100 itu telah melanggar perjanjian yang disepakati tahun lalu. Sebagai respons atas wanprestasi tersebut, SM menuntut ganti rugi penuh atas sisa masa kontrak yang masih berlaku.
Kekhawatiran Penghilangan Aset
Pengajuan sita jaminan ini dilakukan SM untuk memastikan ketersediaan dana jika mereka memenangkan gugatan utama di kemudian hari. Pengadilan menilai langkah ini perlu diambil segera guna mencegah para tergugat mengalihkan kepemilikan harta mereka selama proses persidangan berlangsung pada Rabu (11/02/26).
Pihak pengadilan menjelaskan bahwa pembekuan ini adalah prosedur standar untuk melindungi hak penggugat dari risiko gagal bayar. Tanpa penyitaan ini, ada potensi kesulitan dalam eksekusi pembayaran ganti rugi meski putusan hukum nantinya memenangkan pihak agensi.
“Kreditor perlu mengamankan aset debitur terlebih dahulu karena ada kekhawatiran properti tersebut akan dijual atau disembunyikan,” jelas pejabat pengadilan terkait.



