BENUANTA – Sebuah malam penuh emosi tersaji di Stadion Carlos Tartiere saat legenda sepak bola Spanyol, Santi Cazorla, menjalani debutnya sebagai starter di LaLiga untuk klub masa kecilnya, Real Oviedo, di usia 40 tahun. Momen bersejarah itu nyaris berakhir dengan kejutan besar saat timnya sempat unggul dan membuat Barcelona menderita.
Laga ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Cazorla, yang terpaksa meninggalkan Oviedo pada 2003 karena masalah finansial. Setelah kembali pada 2023, ia berhasil membantu klub promosi ke kasta tertinggi untuk pertama kalinya sejak 2001.
Di hadapan stadion yang penuh sesak, para dewa sepak bola seolah tersenyum pada sang maestro. Setelah menahan gempuran Barcelona, Oviedo justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol spektakuler Alberto Reina yang memanfaatkan blunder fatal kiper Barcelona, Joan Garcia.
Menikmati Sambil Menderita
Keunggulan di babak pertama menjadi buah dari kerja keras luar biasa seluruh tim Oviedo. Perasaan campur aduk antara gembira dan terus tertekan dirasakan oleh para pemain, seperti yang diungkapkan oleh Cazorla saat jeda pertandingan.
“Saya menikmati tapi juga menderita, kami sebagai tim melakukan upaya yang luar biasa,” kata Cazorla kepada Dazn, Kamis (25/9/2025).
Sayangnya, dongeng indah itu tidak bertahan lama. Di babak kedua, kualitas superior Barcelona tidak terbendung. Gol dari Eric Garcia, Robert Lewandowski, dan Ronald Araújo membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 3-1 untuk tim tamu.
Meskipun kalah, harapan yang sempat membumbung tinggi di babak pertama menjadi bukti semangat juang Oviedo. Impian mereka untuk menambah keunggulan sempat terucap dari sang maestro.
“Mari kita lihat apakah kami bisa menangkap mereka saat serangan balik dan mencetak gol kedua.”



