Search
Close this search box.

Pemkot Samarinda Tunda Antrean BBM Ganjil Genap di SPBU

Benuanta.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan untuk menunda penerapan sistem antrean bahan bakar minyak (BBM) ganjil genap di sejumlah SPBU. Sistem ini seharusnya mulai berlaku pada 2 Januari 2024.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu, alasan penundaan adalah karena kondisi lalu lintas di beberapa SPBU sudah tidak macet lagi. Hal ini berkat evaluasi dan koordinasi yang dilakukan bersama Pertamina, Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan operator SPBU.

“Kami memutuskan untuk menunda penerapan antrean BBM ganjil genap karena sudah tidak ada kemacetan di SPBU. Kami juga masih menunggu perkembangan kuota Pertalite pada 2024 untuk Kota Samarinda,” kata Manalu.

Baca juga  Pemkot Samarinda Akan Selidiki Jetty Ilegal di Rawa Makmur

Sistem antrean BBM ganjil genap sebelumnya direncanakan untuk mengatasi antrean panjang kendaraan yang ingin membeli BBM jenis pertalite di 11 SPBU di Samarinda. Sistem ini mengatur agar kendaraan dengan nomor polisi ganjil hanya bisa membeli BBM pada tanggal ganjil, dan sebaliknya.

Namun, Manalu mengatakan bahwa sistem ini masih bisa diberlakukan kembali jika terjadi penurunan kuota BBM lagi. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.

“Penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi akan merusak mesin dan meningkatkan emisi karbon. Jangan sampai spesifikasi kendaraan dengan BBM nonsubsidi, terus-terusan membeli subsidi,” ujarnya.

Manalu juga mengingatkan bahwa pembatasan jumlah pembelian BBM subsidi sesuai dengan surat edaran Walikota Samarinda masih berlaku. Selain itu, ia akan bersurat kepada Pertamina Patra Niaga agar mewajibkan semua masyarakat yang mengkonsumsi Pertalite terdaftar di aplikasi My Pertamina.

Baca juga  Pertamina: Beli LPG 3 kg Bersubsidi di Pangkalan Resmi, Jangan di Pengecer

“Kami juga mewajibkan seluruh operator SPBU di Samarinda melakukan digitalisasi nozzle yang terintegrasi dengan semua operator. Tujuannya, kendaraan yang akan membeli di satu SPBU, kemudian mereka membeli lagi di SPBU lain, langsung tertutup otomatis. Itu namanya digitalisasi nozzle,” tutupnya.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved