BENUANTA – Upaya penertiban minuman keras (miras) yang masif digencarkan jajaran Polres Berau sepanjang Ramadan tidak hanya berdampak pada penurunan angka peredaran, tetapi juga memantik perhatian serius dari kalangan legislatif.
DPRD Berau memberikan apresiasi tinggi, namun memberikan catatan kritis bahwa langkah tegas ini tidak boleh berhenti sebagai sekadar agenda musiman atau formalitas tahunan.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menegaskan, keberhasilan aparat dalam menyita ribuan botol miras merupakan bukti nyata keseriusan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Momentum Ramadan dinilai sebagai saat yang paling krusial bagi masyarakat untuk mendapatkan suasana tenang dan kondusif dalam beribadah.
Menurutnya, peredaran miras selama ini sering kali menjadi sumbu pemicu berbagai gangguan ketertiban, mulai dari keributan jalanan hingga tindak kriminalitas yang meresahkan.
Frans memandang, operasi pemberantasan miras memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar penyitaan barang bukti.
Langkah ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap hak masyarakat untuk beraktivitas dengan rasa aman.
“Operasi seperti ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar bisa menjalankan aktivitas, terutama ibadah, dengan rasa aman,” ujarnya.
Namun, ia mewanti-wanti agar pengawasan tidak bersifat insidental atau hanya tajam di momen tertentu.
Frans menekankan, konsistensi penegakan aturan sepanjang tahun adalah kunci utama untuk menciptakan efek jera bagi para pengedar ilegal.
Jika intensitas razia menurun pasca-Ramadan, dikhawatirkan peredaran miras akan kembali menjamur dan merusak tatanan sosial yang sudah mulai tertata rapi.
“Kalau hanya dilakukan saat Ramadan, efeknya tidak akan maksimal. Harus berkelanjutan agar peredaran miras ilegal benar-benar bisa ditekan,” tegasnya.
Lebih jauh, Frans mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih solid antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif dari lapisan masyarakat.
Sinergi ini dianggap sebagai instrumen paling efektif dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan bebas dari dampak negatif alkohol.
Masyarakat diharapkan menjadi mitra kepolisian dalam melaporkan titik-titik peredaran miras di lingkungan mereka masing-masing.
Melalui pengawasan yang berkesinambungan dan tidak kenal kompromi, DPRD Berau berharap stabilitas keamanan di Bumi Batiwakkal dapat terjaga secara permanen.
Fokus utamanya adalah memastikan setiap warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan kamtibmas yang dipicu oleh pengaruh miras.
Dengan keterlibatan semua pihak, Berau diharapkan mampu bertransformasi menjadi daerah yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh penghuninya. (Adv)




