BENUANTA – Anggota grup idola wanita global BLACKPINK, Lisa, kembali mencuri perhatian publik internasional melalui sebuah unggahan foto di media sosial. Penyanyi asal Thailand ini menjadi perbincangan hangat karena kedapatan menggunakan barang dengan harga yang sangat merakyat pada Senin (18/5/26).
Pilihan barang tersebut langsung memicu reaksi kagum dari jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Publik menilai sang idola tetap mempertahankan sisi kesederhanaan di tengah gelimang harta dan popularitasnya yang mendunia.

Kontras Gaya Hidup Sang Megabintang
Dalam sebuah potret aktivitas harian yang tersebar luas, sang artis tampak santai memegang sebuah cangkir kopi berwarna putih. Setelah ditelusuri oleh para penggemar, wadah minuman tersebut ternyata merupakan produk massal yang dijual bebas di gerai Daiso.
Harga dari barang pembuat busana mewah itu diketahui hanya sebesar 2 dolar AS atau sekitar 30 ribu rupiah saja. Kenyataan ini tentu berbanding terbalik dengan nilai komersial dari akun media sosial pribadi milik sang pelantun lagu Rockstar tersebut.
Berdasarkan data analisis industri hiburan, nilai ekonomi untuk satu kali unggahan promosi di akun Instagram miliknya ditaksir mencapai 900 ribu dolar AS. Angka fantastis yang setara dengan belasan miliar rupiah itu menempatkannya sebagai salah satu selebritas dengan tarif iklan termahal di dunia.
Tuai Pujian dari Warganet Dunia
Kesediaan seorang ikon fesyen dunia untuk menggunakan produk rumah tangga murah ini dinilai sebagai contoh perilaku yang sangat positif. Fenomena tersebut diprediksi akan membuat produk cangkir sederhana itu langsung diburu dan habis terjual di pasaran dalam waktu singkat.
Melalui kolom komentar di berbagai forum komunitas daring, para penggemar ramai memberikan apresiasi atas gaya hidup sang idola yang tidak melulu diukur dengan kemewahan. Salah satu pengguna internet menyebut bahwa tindakan tersebut membuktikan sang artis tidak gila merek terkenal.
“Sangat menyegarkan melihat seorang jutawan dunia seperti dia masih memakai barang fungsional biasa dari toko kelontong seperti kita semua,” kata seorang penggemar.



