BENUANTA – Posisi Borneo FC Samarinda di papan atas klasemen sementara Liga 1 kini tidak sedang baik-baik saja. Perolehan poin tim berjuluk Pesut Etam itu telah disamai oleh pesaing terdekatnya yakni Persib Bandung dengan koleksi 34 angka.
Situasi ini terjadi akibat hasil kurang maksimal yang didapat anak asuh Fabio Lefundes saat meladeni Malut United. Pelatih asal Brasil itu kini menuntut sapu bersih kemenangan di dua laga sisa putaran ini demi menjaga asa juara, Selasa (30/12/2025).
Borneo FC masih menyisakan dua pertandingan krusial sebelum paruh musim berakhir. Mereka dijadwalkan menjamu PSM Makassar di Stadion Segiri dan melawat ke markas Persita Tangerang.
Persaingan Papan Atas Memanas
Fabio Lefundes menyadari bahwa persaingan di jalur juara musim ini berjalan sangat ketat. Ancaman tidak hanya datang dari Maung Bandung tetapi juga Malut United yang mulai menunjukkan konsistensi performa.
Ia menilai posisi timnya saat ini sangat rawan tergeser jika kembali kehilangan poin. Meskipun secara peringkat masih berada di atas karena faktor tertentu, Fabio meminta skuadnya waspada terhadap kebangkitan tim-tim rival.
“Kita tau Borneo FC sama dengan Persib Bandung. Sebenarnya kita di posisi dua karena head to head mungkin kalah. Tapi dengan tim yang sekarang baru dihadapi mulai fight di papan atas,” jelasnya.
Strategi Curi Poin Penuh
Sang juru taktik menegaskan haram hukumnya membuang peluang saat menghadapi tim yang tidak bersaing di jalur juara. Laga melawan tim papan tengah atau bawah harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai lumbung poin.
Fabio menginstruksikan Stefano Lilipaly dan kolega untuk tampil habis-habisan di sisa laga ini. Poin penuh menjadi harga mati agar posisi mereka aman hingga jeda kompetisi nanti.
“Dan pada saat kita ketemu lawan yang bukan fight di papan atas kita harus curi poin disitu,” tegas Fabio.
Kendala Badai Cedera
Tantangan Borneo FC kian berat karena sejumlah pilar utama harus menepi ke ruang perawatan. Absennya pemain kunci diakui Fabio sangat memengaruhi stabilitas permainan tim di tengah jadwal yang padat.
Ia menyebut kehilangan sosok seperti Rivaldo hingga Maicon menjadi pukulan telak bagi skema yang ingin ia terapkan. Kondisi ini menuntut tim pelatih memutar otak lebih keras dalam meracik strategi.
“Kita tau juga ada beberapa pemain cidera. Itu benturan penting bagi kita karena kehilangan pemain. Misalnya kita kehilangan Rivaldo Maicon, Baker Elhusaini, tiga pemain yang penting. Dengan kompetisi sepak bola di Indonesia kehilangan pemain penting pasti sulit buat kita,” pungkasnya.



