Petisi Perfect Crown Tembus 60 Persen MBC Terancam Sanksi Parlemen

Muflihah

Petisi Perfect Crown Tembus 60 Persen MBC Terancam Sanksi Parlemen

BENUANTA Drama Korea Perfect Crown milik stasiun televisi MBC kini menghadapi ancaman serius dari parlemen. Petisi publik yang menuntut penghentian siaran drama tersebut telah melampaui angka persetujuan 60 persen.

Tuntutan ini muncul akibat gelombang protes masyarakat atas dugaan distorsi sejarah dan representasi budaya yang dinilai tidak tepat. Hingga kini jumlah penandatangan telah melewati angka 30 ribu orang setelah resmi dibuka sejak beberapa hari lalu.

Masyarakat mendesak agar penyiaran tayangan fiksi tersebut segera dihentikan sepenuhnya dari berbagai platform digital. Selain itu seluruh konten terkait juga diminta untuk dihapus dari layanan video sesuai permintaan dalam petisi resmi.

Pengunggah petisi mengingatkan pihak berwenang mengenai kewajiban moral lembaga penyiaran untuk menjaga jati diri bangsa. Regulasi yang berlaku dengan tegas mengatur bahwa setiap konten siaran harus mampu memperkuat identitas nasional.

“Konten penyiaran harus memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan sentimen publik yang sehat,” tulis pengunggah petisi pada Minggu (24/5/26).

Kontroversi Mahkota dan Budaya Tiongkok

Protes keras publik memuncak setelah penayangan episode kesebelas yang menampilkan adegan penobatan pangeran. Karakter utama terpantau mengenakan mahkota upacara yang identik dengan simbol negara pembayar upeti.

Penonton juga menemukan adanya ritual nyanyian yang sangat mirip dengan budaya istana kekaisaran Tiongkok kuno. Hal tersebut memicu kecurigaan publik mengenai adanya agenda revisi sejarah tertentu di balik layar produksi hiburan ini.

Pihak lembaga penyiaran bersama tim produksi langsung merespons gelombang kritik tersebut dengan menyampaikan permohonan maaf terbuka. Mereka mengonfirmasi telah melakukan penyuntingan ulang dengan menghapus takarir serta mematikan audio pada bagian adegan yang bermasalah.

“Bagian dari episode tersebut telah diedit atau dihapus,” ungkap perwakilan televisi tersebut.

Bagikan:

Baca Juga