Benuanta.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mempercepat pembangunan posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Namun, karena keterbatasan anggaran dan waktu, pembangunan posyandu difokuskan terlebih dahulu pada wilayah yang paling membutuhkan, khususnya yang memiliki jumlah balita tinggi dan lahan yang telah siap digunakan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan posyandu dilakukan secara terukur dan selektif, mengikuti arahan langsung dari Bupati Kukar, Edi Damansyah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa disamaratakan di semua desa, tetapi harus mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kesiapan infrastruktur dasar, terutama ketersediaan lahan.
“Yang kita prioritaskan adalah wilayah yang penduduknya padat dan angka balitanya tinggi. Tapi yang lebih penting lagi, tersedia lahannya. Karena dalam skema pembangunan ini, anggaran kita tidak mencakup pembebasan lahan,” ungkap Arianto, Jumat (11/4/2025).
Arianto menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah desa sangat dibutuhkan untuk mendukung penyediaan lahan. Beberapa desa bahkan berhasil mendapatkan lahan hibah dari masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan dasar.
“Desa-desa yang sudah menyiapkan lahan, atau ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya, itu kita dahulukan. Kita sudah data dan mereka yang menjadi prioritas pembangunan posyandu tahun ini,” jelasnya.
Selain aspek administratif dan teknis, seluruh pembangunan posyandu yang dilakukan DPMD tetap mengacu pada standar yang ditetapkan Dinas Kesehatan. Ini untuk memastikan bahwa bangunan yang dihasilkan benar-benar memenuhi syarat sebagai fasilitas kesehatan masyarakat yang representatif.
“Standarisasi tetap penting. Kita tidak asal membangun. Posyandu yang kami bangun adalah yang sudah disesuaikan dengan ketentuan teknis dari Dinkes, agar pelayanannya optimal dan aman,” tegas Arianto.
Saat ini Kukar tercatat memiliki 799 posyandu aktif. Namun, tidak semuanya berada dalam kondisi ideal. Karena itu, pembangunan dan revitalisasi dilakukan bertahap, dimulai dari posyandu dengan tingkat kunjungan tinggi dan kebutuhan paling mendesak.
“Kita tidak mungkin selesaikan semuanya dalam waktu singkat. Tapi kami sudah punya peta prioritas sesuai arahan Pak Bupati. Posyandu dengan kunjungan tinggi dan kebutuhan mendesak tentu kita dulukan,” pungkas Arianto.
Dengan strategi yang fokus dan berbasis kebutuhan, DPMD Kukar optimistis pembangunan posyandu dapat berjalan efektif serta memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di daerah.
(Mam/Adv/DiskominfoKukar)



