BENUANTA – Sorotan tajam kini mengarah pada Chairman One Hundred Label bernama Cha Ga Won. Laporan terbaru mengungkap tumpukan utang honor kepada sejumlah artis besar di bawah naungannya terus menggunung.
Nama-nama tersohor seperti Baekhyun, Taemin, hingga The Boyz dikabarkan belum menerima hak mereka. Jumat (2/1/26), total tunggakan pendapatan tersebut diperkirakan mendekati angka 5 miliar won atau setara Rp58 miliar.
Investigasi media The Fact menyebut boy group The Boyz menjadi salah satu korban terdampak cukup parah. Grup yang bernaung langsung di bawah label utama ini seharusnya menerima sekitar 1 miliar won.
Nasib serupa dialami Baekhyun yang kini berada di bawah label subsidiari INB100. Ia dilaporkan belum menerima bayaran dengan jumlah yang hampir sama besarnya.
Dua rekan satu grupnya di EXO yakni Chen dan Xiumin juga mengalami nasib setali tiga uang. Mereka dikabarkan masih menunggu pembayaran yang totalnya mencapai ratusan juta won masing-masing.
Sementara itu Taemin dari SHINee turut menanggung kerugian besar di bawah bendera Big Planet Made Entertainment. Ia dilaporkan belum menerima bayaran lebih dari 1 miliar won dari jerih payahnya.
Padahal Taemin baru saja bergabung pada April 2024 dan langsung tancap gas menggelar tur dunia. Ia tampil di 29 kota di seluruh dunia hingga April 2025 namun pendapatannya tak kunjung cair.
Biasanya honor artis dibayarkan sekitar tiga bulan setelah pendapatan dihasilkan. Namun porsi pendapatan tur Taemin termasuk rangkaian tur arenanya di Jepang diduga tidak pernah diselesaikan.
Baekhyun pun sebenarnya memiliki jadwal yang sangat padat sejak pertengahan tahun lalu. Ia memulai tur dunia dari Seoul hingga ke 28 kota di berbagai negara.
Konser encore bahkan dijadwalkan berlangsung di KSPO Dome Seoul awal bulan ini. Meski jadwalnya sangat padat Baekhyun disebut belum menerima pembayaran honor sejak paruh kedua tahun 2025.
Keuangan Perusahaan Merah
Masalah ini sebenarnya sudah tercium dari laporan keuangan Big Planet Made Entertainment yang diaudit tahun lalu. Perusahaan mencatat liabilitas yang jauh melebihi aset sehingga modal perusahaan tergerus habis.
Kondisi INB100 dilaporkan sedikit lebih baik namun kas tunai yang tersisa sangat minim. Situasi ini tidak membaik pada tahun 2025 dan justru diyakini semakin parah.
Seluruh perusahaan afiliasi tersebut berada di bawah kendali Cha Ga Won sebagai pemegang saham terbesar. Manajemen diduga terlalu bergantung pada uang muka dari album dan konser untuk menutupi operasional.
Dugaan pemborosan dana juga mencuat seiring laporan pengeluaran biaya kostum yang mencapai angka fantastis. Manajemen sempat mengklaim itu sebagai salah klasifikasi biaya produksi namun pemulihan keuangan dinilai sulit terjadi.
Krisis kas ini merembet pada kewajiban artis kepada pihak ketiga seperti SM Entertainment. Unit EXO-CBX kesulitan membayar kewajiban setoran 10 persen dari pendapatan aktivitas individu mereka.
Pihak SM Entertainment bahkan telah melayangkan surat peringatan hukum pada akhir tahun lalu. Namun sengketa itu belum selesai karena INB100 kekurangan dana dan artisnya sendiri tidak menerima gaji.
Rumor mengenai gagal bayar ini sudah beredar di kalangan industri sejak kuartal keempat tahun lalu. Beberapa artis bahkan telah mencari bantuan profesional untuk membahas nasib pendapatan mereka.
Kekhawatiran mengenai kemampuan artis untuk melanjutkan aktivitas dengan stabil kini terbukti. Pengamat industri menilai situasi ini sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan karier para idola.
“Kekhawatiran itu kini menjadi kenyataan dengan penyelesaian yang belum dibayar di seluruh artis terafiliasi yang diyakini berjumlah sekitar 5 miliar won,” tulis laporan The Fact.



