BENUANTA – Seorang bintara di Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea Selatan kini menjadi pusat perhatian publik setelah terungkap meminta bantuan pribadi kepada Woozi Seventeen. Petugas berinisial A tersebut diduga memanfaatkan posisi Woozi yang saat itu baru saja mendaftar sebagai peserta pelatihan militer.
Laporan dari Seoul Shinmun menyebutkan bahwa Sersan Staf A meminta Woozi untuk mencarikan penyanyi guna tampil di acara pernikahannya. Permintaan tersebut disampaikan pada September 2025 lalu saat personel grup Seventeen itu belum lama mengemban tugas sebagai trainee Minggu (21/12/2025).
Tekanan Hierarki dalam Permintaan Pribadi
Woozi yang memiliki nama asli Lee Ji Hoon akhirnya memperkenalkan seorang penyanyi balada ternama yang merupakan kenalannya kepada petugas tersebut. Penyanyi itu kemudian tampil dalam acara pernikahan Sersan Staf A pada bulan Oktober tanpa menerima bayaran sepeser pun.
Pihak Angkatan Darat memberikan klarifikasi bahwa tindakan tersebut dilakukan Woozi atas dasar niat baik dan tanpa ada paksaan. Mereka menyatakan bahwa hasil peninjauan internal menunjukkan tidak ada pelanggaran hukum atau peraturan militer karena dianggap sebagai bantuan pribadi.
Namun pernyataan tersebut dibantah oleh sejumlah pakar hukum yang menilai situasi itu tetap merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Mengingat struktur militer yang sangat kaku sangat sulit bagi seorang bawahan atau peserta pelatihan untuk menolak permintaan atasan.
Pengacara Noh Jong Eon dari Firma Hukum Jonjae menegaskan bahwa ada kewajiban bagi anggota militer untuk menjaga integritas dan martabat. Ia berpendapat bahwa tekanan hierarki membuat permintaan yang terlihat sukarela sebenarnya adalah paksaan terselubung.
Terdapat banyak preseden pengadilan yang mengakui bahwa mengingat hierarki yang kaku dan sifat organisasi militer yang tertutup secara efektif sulit bagi bawahan untuk menolak permintaan pribadi atasan. Hal ini sering kali menjadi dasar krusial bagi penilaian hukum.



