Search
Close this search box.

PBNU: Moderasi Beragama untuk Keselamatan Bersama

Benuanta.id – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengajak semua agama untuk berkomitmen pada prinsip-prinsip Piagam PBB. Menurutnya, ini adalah bentuk moderasi beragama yang diperlukan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan global.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menyampaikan hal ini dalam Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (20/12). Ia mengatakan bahwa perbedaan budaya bukanlah halangan untuk bersatu menghadapi tantangan bersama.

“Ragam budaya bukan kendala. Oleh karena itu, semua negara diharapkan bersatu membangun sebagai gerakan global,” kata Gus Yahya.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menilai bahwa hal ini disebabkan oleh ketidakkonsistenan aktor global dalam menerapkan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Baca juga  Arsul Sani Resmi Dilantik Jadi Hakim Konstitusi, Ini Profil Singkatnya

“Hari ini tragedi kemanusiaan masih terus terjadi, semakin parah hanya untuk menuruti kepentingan dari pemain-pemain global tertentu dalam berebut dominasi. Maka ini adalah momentum yang sangat genting bagi kita semua untuk melakukan sesuatu,” tegasnya.

Gus Yahya menekankan bahwa Piagam PBB adalah landasan untuk menciptakan tatanan dunia yang damai dan adil. Ia mencontohkan konflik di Ukraina yang harus diselesaikan dengan menghormati prinsip-prinsip PBB.

“Jika kita tidak mengembalikan semua ini pada prinsip-prinsip PBB, kita akan menghadapi pertarungan yang tak berkesudahan,” ujarnya.

Baca juga  Pemerintah Evakuasi 4 WNI dari Gaza, Satu Keluarga Masih Tersisa

Gus Yahya berharap bahwa kesepakatan agama untuk menghargai prinsip-prinsip PBB akan menjadi langkah penting menuju Konferensi Asia Afrika Amerika Latin 2024. Ia mengatakan bahwa PBNU akan berperan aktif dalam menjembatani konflik dan menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang digagas oleh Presiden Soekarno 69 tahun lalu.

Dalam konferensi tersebut, Bung Karno mengajak negara-negara baru di Asia Afrika untuk bersatu dan mengingatkan negara-negara adikuasa agar tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka. Bung Karno juga bercita-cita untuk melibatkan Amerika Latin dalam konferensi tersebut.

“Negara-negara baru ini mengingatkan anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk tidak menyalahgunakan kekuatan mereka demi kepentingan eksklusif atau melakukan abuse of power. Dulu Bung Karno ingin konferensi lebih besar, melibatkan tidak hanya Asia dan Afrika tetapi juga Amerika Latin,” tutur Gus Yahya.

Baca juga  PBNU Larang Pengurus Bawa Nama Organisasi di Pilpres 2024

Gus Yahya juga mengapresiasi peran Indonesia dan Gedung Merdeka sebagai saksi sejarah. Ia berharap Indonesia dapat berkontribusi secara bermakna dalam konsolidasi global untuk mengakhiri kekacauan dan tragedi kemanusiaan.

“Kita punya warisan luar biasa sehingga ini tidak boleh kita tinggalkan. Kita bekerja untuk mengupayakan peran yang sungguh bermakna untuk menghentikan kekacauan yang memakan korban manusia yang begitu banyak dan menghentikan tragedi kemanusiaan yang terus terjadi hanya karena persaingan dominasi,” pungkasnya.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved