Search
Close this search box.

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Kebocoran Data Pemilih KPU

Benuanta.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sedang mengkaji dugaan pelanggaran dalam kebocoran data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 dalam sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Kebocoran data tersebut diklaim oleh seorang peretas anonim bernama “Jimbo” yang mengaku telah mengakses data pemilih dari situs kpu.go.id.

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian apakah terdapat dugaan pelanggaran Pasal 84 dan Pasal 85 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan maupun ketentuan Pasal 35 sampai dengan Pasal 39 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

“Bawaslu memastikan elemen data yang disampaikan oleh KPU kepada Bawaslu bersifat umum, tidak mencakup data spesifik; sedangkan pemberitaan yang beredar menyebutkan kebocoran mencakup NIK (Nomor Induk Kependudukan), tanggal lahir, hingga alamat,” kata Lolly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga  Jangan Golput, Wakil Ketua DPRD Samarinda Ajak Warga Gunakan Hak Pilih di Pemilu Serentak

Lolly juga menegaskan bahwa seluruh salinan data pemilih dalam bentuk digital, yang diberikan oleh KPU RI kepada Bawaslu RI terkait dengan elemen data, bersifat umum dan dalam format yang tidak bisa diubah.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A. Bachtiar mengatakan pihaknya menemukan dugaan kebocoran data pemilih dalam situs kpu.go.id lewat patroli siber yang dilakukan penyidik Dittipidsiber.

Hal itu terkait munculnya akun “Jimbo” yang membagikan 500 ribu data contoh dalam satu unggahan di situs BreachForums. Situs tersebut biasanya digunakan untuk menjual data-data hasil peretasan.

Baca juga  Daftar Jamaah Haji 1445 H/2024 M Terbit, Begini Cara Pelunasan Biaya Haji

Jimbo juga memverifikasi kebenaran data dengan beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id. Dalam unggahannya, Jimbo mengungkapkan dari 252 juta data yang diperolehnya, terdapat beberapa data yang terduplikasi.

Setelah dilakukan penyaringan, ditemukan 204.807.203 data unik. Angka tersebut hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang mencapai 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

Data yang berhasil diakses “Jimbo” itu mencakup informasi pribadi, seperti NIK, nomor KK, nomor KTP, nomor paspor pemilih di luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, serta kode tempat pemungutan suara (TPS).

Baca juga  AHY Pimpin Rapimnas Demokrat dan Deklarasi Capres Malam Ini

Bareskrim Polri telah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus kebocoran data pemilih tersebut. Tim gabungan tersebut terdiri dari Dirtipidsiber, Dittipideksus, Dittipidum, Dittipidkor, Dittipidteror, Dittipidnarkoba, Dittipidumum, dan Dittipideksus.

“Tim gabungan ini akan bekerja sama dengan KPU RI, Bawaslu RI, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kebocoran data pemilih tersebut,” ujar Adi Vivid. (Antara)

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved