BENUANTA – Konflik antara ADOR dan mantan pimpinannya Min Hee Jin memasuki babak baru yang lebih personal. Kali ini agensi tersebut membidik aset properti milik perempuan yang pernah membesarkan nama NewJeans itu.
Pengadilan Distrik Barat Seoul Divisi Sipil ke-21 telah mengabulkan permohonan penyitaan sementara yang diajukan ADOR. Keputusan ini menyasar apartemen milik Min Hee Jin yang terletak di Distrik Yongsan Seoul.
Nilai aset yang dijadikan jaminan mencapai 500 juta KRW atau sekitar Rp5,6 miliar. Langkah hukum ini diambil sebagai upaya pengamanan klaim moneter sebelum putusan sidang utama keluar.
Imbas Honor Ilegal
Penyitaan ini bermula dari insiden keuangan yang terjadi saat Min Hee Jin masih menjabat sebagai CEO. Kala itu seorang ketua tim penata gaya yang berafiliasi dengan ADOR diduga menerima bayaran jasa secara pribadi dari pengiklan eksternal.
Layanan Pendapatan Nasional Korea menilai uang sekitar 700 juta KRW itu seharusnya masuk sebagai pendapatan perusahaan. Akibatnya ADOR dijatuhi denda pajak tambahan yang cukup besar.
Manajemen ADOR lantas menuntut Min Hee Jin bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Pengadilan menyetujui argumen itu dan melegalkan pembekuan aset sang mantan CEO pada 23 Desember 2024.
Aset Jadi Jaminan
Apartemen di Yongsan yang kini disita itu dibeli Min Hee Jin pada September 2019 seharga 1,645 miliar KRW. Data catatan properti menunjukkan ia sempat memiliki utang jaminan namun telah melunasinya pada November 2020.
Kini properti tersebut tidak boleh dialihkan atau dijual sampai sengketa hukum selesai. Saat dihubungi awak media pada Senin (13/1/25) pihak Min Hee Jin belum memberikan respons.
Ini bukan kali pertama asetnya dibidik. Sebelumnya seorang mantan karyawan ADOR juga berhasil melakukan penyitaan sementara atas kediaman Min Hee Jin di Distrik Mapo senilai 100 juta KRW.
Rentetan Gugatan
Tekanan terhadap Min Hee Jin kian bertambah dengan adanya gugatan perdata raksasa yang dilayangkan ADOR pada akhir Desember 2024. Agensi menuntut ganti rugi sebesar 43,1 miliar KRW kepada Min Hee Jin dan mantan anggota NewJeans Danielle.
Gugatan ini muncul setelah Danielle dikeluarkan dari grup sementara empat anggota lainnya memilih kembali ke ADOR. Agensi menilai kedua sosok tersebut adalah biang keladi kekacauan kontrak grup.
“Kedua belah pihak memikul tanggung jawab yang signifikan atas pemicu perselisihan serta kepergian dan keterlambatan kembalinya grup,” bunyi dokumen gugatan ADOR.



