BENUANTA – Dilansir dari Sky Sports bek sayap Manchester United Diogo Dalot enggan meratapi badai cedera yang sedang menimpa timnya. Ia justru menyebut situasi sulit ini sebagai peluang emas bagi para pemain pelapis untuk unjuk gigi.
Situasi skuad Setan Merah memang sedang tidak baik-baik saja jelang periode sibuk Boxing Day, Senin (22/12/2025). Gelandang muda Kobbie Mainoo dipastikan menepi akibat cedera yang didapat saat latihan sehari sebelum pertandingan.
Kekhawatiran bertambah ketika kapten tim Bruno Fernandes terlihat kesakitan di babak pertama dan harus ditarik keluar saat jeda. Pelatih Ruben Amorim kemudian mengonfirmasi bahwa pemain bernomor punggung delapan itu mengalami cedera jaringan lunak.
Panggung Pembuktian
Dalot mengakui bahwa kehilangan sosok kapten adalah pukulan telak bagi tim mengingat peran vital Bruno selama ini. Namun pemain asal Portugal itu percaya bahwa ketidakberuntungan ini membuka pintu bagi pemain lain yang selama ini minim menit bermain.
Ia meminta rekan-rekannya untuk tidak menjadikan badai cedera sebagai alasan penurunan performa. Justru momen krisis ini harus dimanfaatkan untuk merebut tempat di tim utama.
“Saat inilah kesempatan datang untuk pemain lain,” ujar pemain berusia 26 tahun tersebut pasca laga.
Dalot menegaskan bahwa momen krisis adalah waktu yang tepat bagi setiap pemain untuk membuktikan kualitasnya. Menurutnya setiap anggota skuad harus menunjukkan bahwa mereka layak mengenakan seragam United dan pantas mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Semangat ini mulai terlihat lewat debut dua pemain akademi yakni Jack Fletcher dan Shea Lacey di babak kedua. Keduanya tercatat sebagai lulusan akademi ke-255 dan ke-256 yang berhasil mentas di tim senior.
Dalot mengaku senang melihat para pemain muda tersebut mendapatkan panggung di tengah absennya para pilar utama. Ia berharap mereka bisa terus berkontribusi dalam laga-laga krusial berikutnya melawan Newcastle United dan Wolverhampton Wanderers.
Meskipun tanpa Bruno yang selama ini jadi tumpuan Dalot menolak mencari kambing hitam. Sebagai pemain profesional ia menegaskan bahwa standar klub tidak boleh turun hanya karena masalah ketersediaan pemain.
“Pada akhirnya kami adalah Man United. Kami harus menemukan cara untuk menang,” pungkasnya.



