BENUANTA – Gelombang kemarahan netizen global kembali menerjang manajemen HYBE setelah pengumuman hiatus salah satu anggota KATSEYE yakni Manon. Kabar ini memicu perdebatan panas mengenai pola perlakuan perusahaan terhadap kesehatan para artisnya. Senin (23/2/26).
Keputusan mendadak untuk mengistirahatkan Manon dari aktivitas grup dianggap sebagai tanda adanya tekanan kerja yang berlebihan. Netizen menilai manajemen raksasa tersebut gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi idola yang baru saja meniti karier global.
Kritik Pola Manajemen Berulang
Publik menyoroti bahwa kejadian serupa telah menimpa banyak artis di bawah naungan label-label HYBE sebelumnya. Banyak pihak merasa perusahaan hanya fokus pada ekspansi bisnis tanpa memedulikan kondisi fisik serta mental para remaja di dalamnya.
Komentar pedas di berbagai platform media sosial menyebut manajemen tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu dalam menangani jadwal kerja. Hal ini dianggap memperburuk citra perusahaan yang sedang berupaya memperluas pengaruhnya di pasar musik internasional.
Tuntutan Perlindungan Artis
Para penggemar mendesak adanya perubahan signifikan dalam sistem manajemen artis agar kejadian hiatus karena kelelahan tidak terus berulang. Keamanan dan kesejahteraan idola harus menjadi prioritas utama di atas keuntungan materi semata.
Situasi ini semakin memanas karena Manon merupakan salah satu anggota yang memiliki basis penggemar besar di kancah global. Publik menantikan langkah konkret dari manajemen untuk menjamin pemulihan sang artis secara menyeluruh.
“Perusahaan harus berhenti memperlakukan manusia seperti mesin demi keuntungan perusahaan semata,” tulis salah satu netizen dalam forum diskusi.
“Kami menuntut transparansi dan jaminan bahwa kesehatan para anggota tetap menjadi prioritas utama,” tegas penggemar lainnya.



