BENUANTA – Persoalan yang dihadapi banyak keluarga muda di Yogyakarta hari ini bukan lagi soal memiliki rumah, melainkan soal ruang yang tersedia di dalamnya. Kavling perumahan semakin ramping, sementara kebutuhan terus bertambah seiring anak tumbuh atau pekerjaan mulai dikerjakan dari rumah.
Menambah bangunan ke samping sering tidak mungkin karena batas lahan sudah mentok. Membangun lantai dua secara utuh menuntut biaya dan waktu yang tidak sedikit, apalagi jika rumah sedang dihuni.
Di antara dua pilihan itu, mezzanine mulai lebih sering dipertimbangkan.
“Kebanyakan yang datang itu rumahnya sudah ditempati. Mereka butuh ruang tambahan tapi tidak mau pindah dulu berbulan-bulan,” kata Haji Wawan Shri, pemilik Bengkel Las Berkah Jaya di Pandowoharjo, Sleman.
Kapan Mezzanine Masuk Akal
Mezzanine adalah lantai tambahan yang tidak menutup seluruh bidang ruangan di bawahnya. Karena itu, syarat pertamanya adalah ketinggian plafon yang memadai. Ruangan dengan plafon standar rumah tinggal umumnya belum cukup, karena hasilnya akan menyisakan ruang yang terlalu pendek di kedua lantai.
Fungsi ruang juga menentukan. Mezzanine paling cocok untuk kegiatan yang tidak menuntut langit-langit tinggi, seperti ruang kerja, kamar tidur tambahan, area penyimpanan, perpustakaan kecil, atau ruang bermain anak.
Untuk bangunan usaha, ruang jenis ini sering dipakai sebagai kantor kecil di dalam gudang, atau area penyimpanan stok di atas ruang display.
Rangka Baja atau Cor Beton
Dua pendekatan ini punya konsekuensi yang berbeda, dan pilihannya sangat bergantung pada kondisi rumah.
Beban ke struktur bangunan. Lantai cor jauh lebih berat. Pada rumah yang tidak dirancang untuk itu sejak awal, penambahan beban semacam ini menuntut pemeriksaan pondasi dan kolom yang ada.
Durasi pengerjaan. Konstruksi baja dikerjakan sebagian di workshop, lalu dirakit di lokasi. Pekerjaan basah di rumah relatif lebih sedikit.
Kondisi rumah yang dihuni. Ini yang sering menjadi penentu. Pekerjaan cor membuat sebagian rumah tidak bisa dipakai selama masa pengeringan.
Kemungkinan diubah. Struktur baja lebih mudah dimodifikasi atau dibongkar di kemudian hari.
Meski begitu, konstruksi baja bukan tanpa kekurangan. Suara langkah kaki di lantai atas lebih terasa dibanding lantai beton, dan ini perlu diantisipasi lewat pilihan material lantai serta lapisan peredam.
Komponen yang Menentukan Biaya
Pertanyaan mengenai biaya biasanya muncul di awal, padahal komponennya cukup beragam: kolom penopang, balok utama, material lantai, tangga akses, serta railing pengaman di sisi terbuka.
Tangga sering diremehkan padahal porsinya tidak kecil, terutama jika bentuknya menuntut penyesuaian ruang. Railing juga wajib, bukan opsional, karena sisi mezzanine yang terbuka berada pada ketinggian.
“Yang paling sering ditanya cuma harga lantainya. Padahal tangga dan railing itu bagian yang tidak bisa dilewati,” ujar Wawan.
Yang Tidak Boleh Diabaikan
Karena mezzanine menambah beban pada bangunan yang sudah berdiri, pemeriksaan kondisi struktur lama menjadi langkah pertama, bukan langkah terakhir. Titik tumpu kolom, kondisi dinding penopang, dan kekuatan pondasi perlu dinilai sebelum desain ditentukan.
Untuk bangunan dengan kondisi struktur yang meragukan atau beban rencana yang besar, ada baiknya melibatkan tenaga ahli struktur. Ini bukan pekerjaan yang aman ditentukan hanya dari perkiraan visual.
Layanan mezzanine besi Jogja dari Bengkel Las Berkah Jaya dikerjakan menyesuaikan kondisi dan ukuran masing-masing bangunan.



