Search
Close this search box.

Dua Kecamatan di Kutai Kartanegara Jadi Wilayah Inti Ibu Kota Nusantara

Benuanta.id – Pemerintah pusat telah menetapkan dua kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari wilayah inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Kedua kecamatan tersebut adalah Samboja dan Samboja Barat.

Keputusan ini berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI No.5 tahun 2023. Dengan demikian, dua kecamatan ini dikeluarkan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra Didi Ramyadi. Sambutan itu dibawakan saat acara Sosialisasi Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2023 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023-2042.

Acara tersebut digelar pada Kamis (21/12) di Hotel Grand Fatma, Tenggarong. Hadir dalam acara itu para pejabat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan media massa.

Baca juga  Inovasi DiSAPA Kukar Raih Penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Keterbukaan Informasi Publik

Kawasan Budi Daya, Sumber Daya Strategis Kutai Kartanegara

Bupati Edi Damansyah menjelaskan, meskipun dua kecamatan di Kutai Kartanegara masuk wilayah inti IKN, namun Kabupaten Kutai Kartanegara tetap memiliki kawasan Budi Daya yang strategis. Kawasan ini mencakup berbagai sektor yang mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.

“Kawasan Budi Daya memiliki luas total 1.606.763 hektar. Meliputi Hutan Produksi Tetap seluas 1.277.918 hektar yang merupakan sumber daya alam untuk dikelola dengan bijak. Tujuannya agar produksi kayu dan hasil hutan lainnya tetap berkelanjutan,” kata Edi Damansyah.

Selain itu, kawasan Budi Daya juga mencakup tanaman pangan seluas 229.308 hektar yang menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Kawasan perikanan seluas 15.096 hektar yang memberikan kontribusi terhadap sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian penting masyarakat.

Kemudian, kawasan pertambangan dan energi seluas 587 hektar yang menjadi sumber daya strategis dalam pengembangan industri dan ketersediaan energi. Kawasan pariwisata seluas 1.192 hektar yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan kebudayaan lokal.

“Ada juga kawasan peruntukan industri seluas 10.662 hektar yang akan menjadi lokomotif ekonomi wilayah. Kawasan permukiman perkotaan dan perdesaan dengan luas masing-masing 45.999 hektar dan 26.672 hektar, yang membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan teratur bagi penduduk,” ujar Edi Damansyah.

Terakhir, kawasan pertahanan dan keamanan serta transportasi dengan luas masing-masing 21 hektar dan 500 hektar, yang menjadi penunjang strategis dalam menjaga stabilitas dan konektivitas wilayah.

Perda RTRW Kutai Kartanegara, Komitmen Pemenuhan RTH 30%

Bupati Edi Damansyah menambahkan, Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2023 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023-2042 juga telah mengakomodir komitmen pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30%.

Baca juga  Kemah Kebangsaan Generasi Muda Lintas Agama Kukar 2023, Bupati Kukar: Tingkatkan Semangat Persatuan

“Perda ini mengatur penyediaan dan perencanaan RTH publik perkotaan dan RTH privat. Ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tutur Edi Damansyah.

Ia berharap, dengan adanya Perda RTRW ini, pembangunan di Kutai Kartanegara dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi daerah. Serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Perda RTRW ini. Kami juga mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama mengawal dan mengimplementasikan Perda ini dengan baik,” pungkas Edi Damansyah.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved