Search
Close this search box.

Warga Desa Tunjungan Kutai Kartanegara, Hidup Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Ekonomi Lumpuh Saat Kemarau

Benuanta.id – Warga Desa Tunjungan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, masih hidup puluhan tahun tanpa aliran listrik yang memadai. Kondisi ini diperparah dengan kondisi terusan air yang menjadi akses vital warga menjadi dangkal saat kemarau tiba.

Menurut Yahya (48), warga RT 03, Desa Tunjungan, kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama di malam hari. “Kami minta pemerintah segera memasang PLTS di RT kami, soalnya sulit buat kami beraktifitas karena tidak ada listrik. Utamanya di saat malam hari,” keluhnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh Rukayah (35), warga RT 04, Desa Tunjungan. Ia mengatakan, anak-anak di desa tersebut kesulitan belajar di malam hari karena tidak ada aliran listrik. “Kekanakan kada pernah belajar malam hari, karena ndak ada listrik mengaliri. Kami juga ibu-ibu ndak ada yang diolah (dilakukan) listrik ndak ada siang-malam,” ujarnya.

Baca juga  Puting Beliung Rusak 40 Rumah di Kelurahan Kuala Samboja, Pemkab Segera Salurkan Bantuan

Yahya mengatakan, terusan air di Desa Tunjungan menjadi akses vital warga. Sebab terusan air sepanjang enam kilometer itu bisa menjadi rute tercepat warga, yang bisa mencapai Desa Sabintulung dalam waktu 15 menit.

Namun jika kondisi kemarau dan terusan air tidak bisa dilewati, maka warga yang notebene pelayan harus memilik jalur memutar. Dan itu akan memakan waktu hingga 1 jam lamanya.

Selain waktu yang cukup panjang, ongkos bahan bakar juga lebih banyak dikeluarkan jika harus memutar melalu jalur Sungai Kedang Rantau menuju Sabintulung sebelum berakhir di pasar Selili Samarinda.

Baca juga  Kabupaten Kutai Kartanegara Raih Penghargaan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

“Tidak kurang dari 1,5 ton per harinya ikan kering dan ikan segar mengandalkan distribusinya melalui terusan itu,” kata Yahya menambahkan.

Menurut nelayan lainnya, Halim (41), sejatinya pendalaman terusan air telah dilakukan. Namun demikian, pelaksanaan dan dampaknya masih belum terasa.

“Karena air yang dangkal, nelayan tidak bisa menggunakan terusan tersebut saat kemarau,” ujar Halim.

Oleh sebab itu, warga pun sangat mengharapkan keseriusan pemerintah untuk mengatasi problem tersebut. Mulai dari perihal kelistrikan hingga mengatasi kondisi dangkal di terusan air.

Baca juga  Pengedar Sabu di Loa Duri Ulu Dibekuk Polisi

“Baru satu bulan dikeruk sudah dangkal lagi,” tutur Halim menambahkan.

Desa-desa penghasil ikan air tawar atau ikan sungai seperti Desa Sedulang hingga Desa Tunjungan ini merupakan jantung dari produksi ikan sungai di Kecamatan Muara Kaman. Sebagaimana diketahui, Muara Kaman sendiri termasuk satu dari lima penghasil utama ikan air tawar terbesar di Kutai Kartanegara yang menghasilkan hingga 200 ribu ton dan juga memasok 60 persen dari kebutuhan ikan di Kaltim.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved