Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Melakukan Core Drill Aspal

Fathur

BENUANTASaat ini, pekerjaan core drill aspal banyak digunakan dalam proyek pembangunan maupun pemeliharaan jalan. Teknik ini umumnya dilakukan untuk mengambil sampel inti (core sample) dari lapisan aspal guna mengetahui ketebalan, kepadatan, serta kualitas material sesuai standar yang berlaku.

Meskipun terlihat sederhana, proses core drilling pada aspal tentu wajib membutuhkan perencanaan dan teknik yang tepat. Sayangnya, masih banyak yang melakukan kesalahan sehingga menyebabkan sampel rusak, hasil pengujian menjadi kurang akurat, hingga akhirnya malah menambah biaya proyek. 

Untuk itu, yuk simak apa saja kesalahan yang perlu dihindari saat melakukan core drill aspal supaya Anda tidak boncos biaya. 

Mengapa Pekerjaan Core Drill Aspal Membutuhkan Ketelitian?

Kegiatan Core drilling pada aspal bertujuan untuk memperoleh sampel yang merepresentasikan kondisi lapisan perkerasan jalan secara akurat. Hasil pengujian sampeitu nantinya digunakan sebagai dasar evaluasi kualitas pekerjaan maupun perencanaan perbaikan jalan.

Jika proses pengambilan sampel saja secara tidak tepat, maka hasil pengujian juga bisa menjadi tidak valid. Akibatnya, keputusan yang diambil terkait kualitas konstruksi jalan juga berpotensi kurang tepat.

Kesalahan Umum Saat Melakukan Core Drill Aspal

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pekerjaan core drill aspal dan sebaiknya Anda hindari.

1. Tidak Melakukan Survey Lokasi Sebelum Pengeboran

Kesalahan pertama saat melakukan core drill beton adalah langsung melakukan pengeboran tanpa melakukan pemeriksaan lokasi terlebih dahulu.

Padahal, sebelum memulai pekerjaan, operator perlu mengetahui kondisi lapangan, titik pengambilan sampel, serta memastikan area tersebut aman dari utilitas bawah tanah atau hambatan lainnya. Langkah ini membantu mengurangi risiko kesalahan selama proses pengeboran nantinya.

2. Salah Menentukan Titik Pengambilan Sampel

Dalam pekerjaan core drill aspal, lokasi pengambilan sampel sangat berpengaruh terhadap hasil pengujian.

Jika titik pengeboran tidak sesuai dengan rencana atau standar pengambilan sampel, hasil yang diperoleh mungkin tidak mampu menggambarkan kondisi sebenarnya dari lapisan perkerasan jalan. Akibatnya, evaluasi kualitas konstruksi menjadi kurang akurat.

3. Menggunakan Mata Bor yang Tidak Sesuai

Diameter mata bor harus disesuaikan dengan kebutuhan pengujian dan ketebalan lapisan aspal.

Jika Anda menggunakan mata bor yang tidak sesuai, malah dapat menyebabkan sampel pecah, bentuknya tidak sempurna, atau hasil pengeboran menjadi kurang rapi. Selain itu, peralatan juga dapat mengalami keausan lebih cepat.

4. Mengabaikan Ketebalan dan Struktur Lapisan Aspal

Setiap ruas jalan dapat memiliki jumlah dan ketebalan lapisan perkerasan yang berbeda.

Jika operator tidak memperhitungkan kondisi tersebut, proses pengeboran berisiko menghasilkan sampel yang tidak lengkap. Hal ini dapat memengaruhi akurasi hasil pengujian di laboratorium.

5. Memberikan Tekanan Pengeboran yang Berlebihan

Sebagian orang menganggap tekanan yang lebih besar dapat mempercepat pekerjaan. Padahal, tekanan yang berlebihan justru dapat merusak sampel inti aspal.

Selain itu, tekanan yang terlalu tinggi justru mempercepat kerusakan mata bor dan mengurangi presisi proses pengeboran.

6. Tidak Menggunakan Pendingin Air Secara Optimal

Dalam proses core drill aspal, air berfungsi untuk membantu pendinginan mata bor sekaligus mengurangi panas akibat gesekan.

Jika aliran air tidak mencukupi, suhu mata bor dapat meningkat sehingga mempercepat keausan peralatan. Alhasil, sampel yang dihasilkan juga berisiko mengalami kerusakan akibat panas berlebih.

7. Mengabaikan Kondisi dan Perawatan Peralatan

Mesin dan mata bor yang tidak dirawat dengan baik dapat memengaruhi kualitas hasil pengeboran.

Peralatan yang aus atau mengalami kerusakan dapat menghasilkan sampel yang tidak sempurna serta meningkatkan risiko gangguan selama pekerjaan berlangsung. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin terhadap peralatan menjadi langkah yang penting.

Dampak Kesalahan dalam Pekerjaan Core Drill Aspal

Beberapa kesalahan saat melakukan core drill aspal tersebut tidak hanya memengaruhi hasil pengujian, tetapi juga dapat berdampak pada hal-hal berikut:

1. Hasil Pengujian Menjadi Tidak Akurat

Sampel yang rusak atau tidak representatif dapat menyebabkan hasil pengujian laboratorium kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Hal ini dapat memengaruhi proses evaluasi kualitas konstruksi jalan.

2. Kerusakan Peralatan dan Biaya Tambahan

Kesalahan dalam penggunaan alat dapat menyebabkan mata bor cepat aus atau mesin mengalami kerusakan.

Selain menambah biaya perbaikan, pekerjaan juga dapat mengalami keterlambatan sehingga berdampak pada jadwal proyek secara keseluruhan.

Tips Agar Hasil Core Drill Aspal Lebih Optimal

Untuk memperoleh hasil pengeboran yang presisi dan sampel berkualitas, ada beberapa langkah yang dapat Anda terapkan:

  • Lakukan survey lokasi sebelum pekerjaan dimulai.
  • Tentukan titik pengambilan sampel sesuai standar dan kebutuhan pengujian.
  • Gunakan mata bor dengan ukuran yang sesuai.
  • Pastikan sistem pendingin air berfungsi dengan baik.
  • Gunakan operator yang berpengalaman.
  • Terapkan prosedur keselamatan kerja selama proses pengeboran.
  • Lakukan pemeriksaan dan perawatan peralatan secara berkala.

Nah, pekerjaan core drill aspal memang membutuhkan ketelitian, perencanaan yang matang, serta penggunaan peralatan yang tepat. Jika Anda melakukan kesalahan-kesalahan di atas, maka dapat memengaruhi kualitas sampel dan menambah biaya proyek.

Core drill aspal juga punya standar regulasinya. Simak penjelasan lebih lengkapnya pada artikel Mengenal Core Drill Aspal, Kegunaan, dan Standar Regulasinya berikut.

Bagikan:

Baca Juga