Search
Close this search box.

Kaltim Dapat Alokasi Anggaran Rp83,8 Triliun, Pj Gubernur: Harus Berkontribusi ke Kesejahteraan

Benuanta.id – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyerahkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun 2024 secara digital kepada pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, Selasa (12/12). Penyerahan DIPA dilakukan di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim.

DIPA tahun 2024 bertema “Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Acara penyerahan ditandai dengan peletakan telapak tangan Pj Gubernur Akmal Malik pada papan screen, didampingi Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kaltim M Syaibani.

Akmal Malik mengungkapkan rasa syukurnya karena dana alokasi transfer tahun 2024 mengalami kenaikan yang signifikan. Ia berharap kenaikan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Kaltim.

“Kita berharap kenaikan angka-angka ini berkontribusi terhadap naiknya indikator makro yang ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024-2026 yang telah kita susun bersama,” kata Akmal Malik.

Baca juga  4 Orang Utan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen Kutim

Ia menambahkan, kenaikan alokasi anggaran juga merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kaltim, seiring dengan ditunjuknya Ibu Kota Nusantara (IKN) di provinsi ini. Ia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan agar setiap rupiah yang digunakan harus mampu memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, M Syaibani menyebutkan alokasi anggaran untuk Kaltim sebesar Rp83,8 triliun. Angka tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp44,8 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKD) sebesar Rp38,9 triliun.

“Belanja pemerintah pusat tertinggi untuk fungsi ekonomi sebesar Rp20,97 triliun, diikuti oleh fungsi perumahan dan fasilitas umum sebesar Rp12,87 triliun. Belanja modal memiliki porsi terbesar sekitar Rp37,45 triliun,” jelas M Syaibani.

Untuk TKD, alokasi terbesar adalah dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp28,59 triliun, diikuti oleh dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp6,4 triliun. Selain itu, ada juga dana alokasi khusus (DAK) fisik sebesar Rp0,8 triliun, DAK nonfisik sebesar Rp2,23 triliun, dana desa sebesar Rp0,79 triliun, dan insentif daerah sebesar Rp0,11 triliun.

Dalam kesempatan ini, Akmal Malik juga menyerahkan alokasi belanja transfer (ABT) dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Tahun 2024 sebesar Rp6,59 triliun. ABT terdiri atas BHPD sebesar Rp4,79 triliun dan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp1,8 triliun.

Baca juga  Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

Selain itu, Akmal Malik juga memberikan penghargaan Indeks Kinerja Penyelenggaraan Anggaran (IKPA) dan penghargaan TKD, serta menandatangani pakta integritas bersama Kejaksaan Tinggi Kaltim, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Kaltim, dan Satuan Kerja IKN (Kuasa Pengguna Anggaran Balai Besar Pemukiman).

Acara penyerahan DIPA dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan bupati/walikota se-Kaltim, para asisten dan pimpinan perangkat daerah, serta pimpinan instansi vertikal/kementerian/lembaga se-Kaltim.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved