BENUANTA – Backlink itu tidak cuma soal “dapat link”. Jenis backlink, posisi link, dan konteks penempatannya akan memengaruhi seberapa besar dampaknya ke SEO. Makanya, sebelum Anda mulai link building, penting untuk paham tipe-tipe backlink yang paling sering dipakai dan kapan sebaiknya digunakan.
Di artikel ini, kita bahas jenis backlink dari beberapa sudut: berdasarkan sumbernya, atributnya, format penempatannya, sampai model strategi seperti PBN.
1. Backlink Berdasarkan Sumbernya
Internal Backlink
Internal backlink adalah link yang menghubungkan halaman-halaman di dalam website Anda sendiri. Ini berguna untuk:
- bantu Google memahami struktur situs
- mengarahkan authority ke halaman penting
- bikin pengunjung lebih lama di website
Contoh simpel: dari artikel blog, Anda mengarahkan link ke halaman layanan atau artikel pendukung.
External Backlink
External backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website Anda. Ini yang biasanya jadi fokus “link building” karena berperan besar untuk authority dan trust.
2. Backlink Berdasarkan Atributnya
Dofollow
Dofollow adalah backlink yang meneruskan sinyal authority. Ini tipe yang paling sering dicari saat orang ingin dorong ranking.
Nofollow
Nofollow adalah backlink yang tidak meneruskan sinyal authority secara langsung seperti dofollow. Tapi tetap berguna untuk variasi profil link dan jejak brand di berbagai platform.
Catatan: Anda tidak perlu pusing memaksakan semuanya dofollow. Yang penting profilnya terlihat wajar dan relevan.
3. Backlink Berdasarkan Penempatan Link
Contextual Link (Link di Dalam Konten)
Ini backlink yang muncul di dalam paragraf artikel, nyatu dengan pembahasan. Biasanya terasa natural karena ada konteks yang mendukung.
Contoh: artikel membahas “strategi SEO”, lalu ada link ke halaman layanan SEO Anda sebagai referensi.
Sidebar Blogroll (Sitewide Link)
Blogroll adalah link yang ditempatkan di sidebar dan bisa muncul di banyak halaman sekaligus. Karena sifatnya sitewide, tipe ini sering dipakai untuk memperluas coverage link dalam satu domain.
Footer Link
Footer link ditempatkan di bagian bawah website. Biasanya dipakai untuk link navigasi atau partner. Untuk link building, efeknya lebih bergantung pada konteks dan struktur situs.
4. Backlink Berdasarkan Bentuk Placement
Guest Post Backlink
Guest post adalah backlink yang didapat lewat artikel yang dipublish di website orang lain. Biasanya modelnya editorial, ada konteks, dan cocok untuk membangun authority yang lebih rapi.
Ciri khas:
- ada artikel full
- link menyatu dalam pembahasan
- bisa sekalian membangun brand presence
Niche Edit
Niche edit adalah backlink yang disisipkan ke artikel yang sudah ada. Biasanya dipilih kalau Anda ingin link muncul di halaman yang sudah “jadi” dan topiknya relevan.
Kuncinya di relevansi. Kalau topik nyambung, link-nya terasa masuk.
Resource Page Link
Link ditempatkan di halaman “resources”, “rekomendasi”, atau “tools” yang memang berisi daftar referensi. Cocok untuk website yang punya konten edukatif, tools, atau guide.
Citation dan Local Listing
Kalau Anda pegang bisnis lokal, citation di direktori bisnis bisa bantu memperkuat sinyal lokal dan konsistensi data (NAP: name, address, phone). Ini biasanya dipakai bareng Google Business Profile.
5. Backlink Berdasarkan Strategi dan Jaringan
PBN Backlink
PBN (Private Blog Network) backlink adalah backlink yang berasal dari jaringan website dengan domain yang punya authority, lalu dipakai untuk menautkan link ke halaman target Anda.
Yang membedakan PBN dari banyak jenis backlink lain adalah kontrolnya lebih jelas:
- Anda bisa fokus ke halaman yang ingin didorong
- Anda bisa atur anchor text sesuai kebutuhan
- Anda bisa memilih model placement sesuai strategi
Di PBN sendiri, umumnya ada beberapa format placement yang sering dipakai:
Homepage Post (Blogpost)
Backlink masuk dalam artikel baru yang dipublish di homepage. Karena posisinya di konten utama, tipe ini sering dipakai untuk menjaga ranking dan dukung authority secara stabil.
Sticky Post
Mirip blogpost, tapi artikel “dipin” di bagian atas homepage untuk durasi tertentu. Cocok kalau Anda ingin exposure homepage yang lebih konsisten selama periode campaign.
Sidebar Blogroll
Link ditaruh di sidebar dan muncul di banyak halaman. Biasanya dipakai untuk menambah variasi profil link dan memperluas coverage sitewide.
6. Jenis Backlink Berdasarkan Anchor Text
Selain tipe placement, backlink juga “berbeda rasa” dari anchor text-nya:
- Branded anchor: nama brand, contoh “BackModo”
- Naked URL: link langsung, contoh “backmodo.com”
- Generic anchor: “klik di sini”, “baca selengkapnya”
- Partial match: mengandung keyword tapi tidak full
- Exact match: keyword persis
Strategi anchor yang rapi biasanya menggabungkan beberapa jenis agar terlihat natural dan tidak terlalu berat di satu pola.
Cara Memilih Jenis Backlink yang Tepat
Supaya tidak bingung, Anda bisa pakai pendekatan sederhana ini:
- Kalau fokus Anda authority dan trust: guest post, contextual link, resource link
- Kalau Anda butuh coverage dan variasi: blogroll, niche edit, kombinasi nofollow
- Kalau Anda ingin dorongan terarah ke halaman tertentu: placement yang bisa dikontrol seperti blogpost dan PBN
- Kalau target Anda lokal: citation dan listing
Penutup
Jenis backlink itu banyak, dan masing-masing punya fungsi berbeda. Ada yang cocok untuk membangun trust, ada yang cocok untuk variasi profil link, ada juga yang cocok untuk dorongan yang lebih terarah seperti PBN.
Kalau Anda paham perbedaan tipe-tipe backlink ini, Anda bisa menyusun strategi yang lebih rapi, lebih masuk akal, dan hasilnya lebih mudah dipantau.



