Search
Close this search box.

Mantan Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo Divonis 14 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta

Benuanta.id – Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, harus menerima hukuman berat atas kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjeratnya. Ia divonis 14 tahun penjara dan denda Rp500 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/1).

Hakim Ketua Suparman Nyompa mengatakan, Rafael Alun terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU, sebagaimana dakwaan pertama, kedua, dan ketiga yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rafael Alun Trisambodo dengan pidana penjara selama 14 tahun serta denda sebesar Rp500 juta, jika tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” ujar Suparman.

Selain itu, Rafael Alun juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp10,079 miliar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak, ia akan ditambah hukuman penjara selama tiga tahun.

Baca juga  Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Penjara, Hal ini Yang Memberatkan

“Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” tambah Suparman.

Melanggar Tiga Pasal

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa Rafael Alun melanggar tiga pasal yang didakwakan kepadanya, yaitu:

  • Pasal 12 B jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
  • Pasal 3 ayat (1) huruf a dan c UU RI No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas UU No. 25 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
  • Pasal 3 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Baca juga  Pria di Kota Bangun Ditangkap karena Buang Sabu di Pinggir Jalan

Terima Gratifikasi dan Beli Aset

Berdasarkan surat tuntutan, JPU KPK menyebut bahwa Rafael Alun bersama istrinya, Ernie Meike Torondek, menerima gratifikasi sebesar Rp18.994.806.137 secara bertahap sejak Mei 2002 hingga Maret 2013. Gratifikasi tersebut berkaitan dengan jabatannya sebagai pejabat pajak.

Selain itu, Rafael Alun juga disebut menerima penerimaan lain yang terkait dengan jabatannya sebagai PNS di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dengan total Rp47,7 miliar, 2.098.365 dolar Singapura, 937.900 dolar AS, dan 9.800 euro.

Baca juga  Petani Cabul Perkosa Anak di Bawah Umur di Mess Perusahaan

Tidak hanya itu, jaksa meyakini bahwa Rafael Alun melakukan TPPU melalui pembelian sejumlah aset berupa tanah, bangunan, hingga mobil.

Sidang pembacaan putusan Rafael Alun pada hari ini merupakan penundaan dari jadwal sebelumnya, yaitu Kamis (4/1). Hal ini dikarenakan majelis hakim belum selesai memutus perkara tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (11/12/2023), Rafael Alun dituntut hukuman 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar oleh JPU KPK. Ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp18.994.806.137, subsider tiga tahun penjara. (Antara)

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved