Search
Close this search box.

Polres Tarakan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 150 Juta

Benuanta.id – Polres Tarakan berhasil menggagalkan penyelundupan kosmetik ilegal senilai hampir Rp 150 juta yang akan dikirim dan diedarkan ke Samarinda, Kalimantan Timur. Dua orang pelaku, yaitu SD (41) dan FT (30), ditangkap polisi.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan adanya rumah di Jalan Hasanuddin yang sering dijadikan tempat penyimpanan barang-barang ilegal. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan 16 dos kosmetik di rumah tersebut.

“Jadi pada saat pemeriksaan itu ditemukan satu orang berinisial SD dan langsung kami bawa ke Polres Tarakan,” kata Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra baru-baru ini.

SD mengaku mendapatkan kosmetik tersebut dari FT, seorang wanita asal Sebatik. Polisi lantas berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur untuk menangkap FT di kediamannya.

Baca juga  Dua Bulan Tak Dilayani Istri, Ayah Mertua Perkosa Menantu yang Baru 4 Bulan Menikah

“FT diamankan pada pukul 23.30 WITA di Sebatik. Kami langsung membawanya pada Kamis 21 Desember ke Tarakan,” ujar Randhya.

Barang Bukti

Barang bukti yang diamankan polisi berupa 16 dus berisikan berbagai jenis kosmetik ilegal, antara lain:

  • Briliant Rejuve sebanyak 1301 pieces
  • Whitening Facial sebanyak 157 pieces
  • Gluta Arbutip Soap 98 pieces
  • AHA 5, Tati 39, Tinted Sunscreen 5
  • Rejuv facial 2, dan Sunscreen Gel cream briliant 5
  • Toner Briliant 15 botol, Kojic Aciq 14
  • Sunscreen Briliant 17 botol, Topical Cream Briliant 14
  • Maintenance Cream Briliant 1 buah
  • Toner whitening hitening sebanyak 1 botol
Baca juga  Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun Pencabulan Anak di Bawah Umur di Hotel Samarinda

Total nilai barang bukti tersebut mencapai hampir Rp 150 juta.

Asal Barang

Menurut Randhya, kosmetik ilegal tersebut didatangkan dari Malaysia menggunakan Kapal Jongkong. FT memesan kosmetik tersebut melalui distributor seorang warga negara Filipina yang berada di Malaysia dengan inisial KH.

“Barang ini akan dikirim ke Samarinda dan rencananya dijual melalui online shop,” tutur Randhya.

Randhya menambahkan, SD merupakan residivis kasus yang sama dan baru keluar penjara pada Juli 2023 lalu. “Baru keluar tahun ini tangkapan Polda, TKP nya di Sebatik,” katanya.

Baca juga  Polisi ringkus residivis pencurian mobil modus pecah kaca di Samarinda

Polisi masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Randhya mengancam akan menindak tegas oknum-oknum yang memudahkan penyelundupan barang ilegal tersebut.

“Saya akan menindak apabila ada oknum-oknum yang memudahkan barang itu keluar Tarakan. Indikasinya ada, tapi belum ada bukti,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dipersangkakan Pasal 435 Jo Pasal 138 Ayat (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara.

Hosting Murah

Berita Terbaru
penyelundupan kosmetik ilegal,kosmetik tarakan,kosmetik ilegal tarakan,agen kosmetik tarakan

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved