Search
Close this search box.

Dua Bulan Tak Dilayani Istri, Ayah Mertua Perkosa Menantu yang Baru 4 Bulan Menikah

Benuanta.id – Seorang ayah mertua di Tarakan, Kalimantan Utara, berinisial AM (46), ditangkap polisi karena merudapaksa menantunya yang baru berusia 14 tahun. Korban telah menikah dengan anak pelaku sejak Agustus 2023 atau baru sekitar 4 bulan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra, mengatakan pelaku melakukan perbuatan bejatnya sebanyak dua kali saat anaknya pergi melaut.

“Persetubuhan ini dilakukan mulai dari Oktober 2023 dan terakhir Desember 2023. Dalam rentang waktu itu, pelaku hampir 10 kali merayu korban melakukan persetubuhan,” kata Randhya, Kamis (21/12).

Menurut Randhya, pelaku mengimingi korban dengan uang sebanyak Rp3 juta pada Oktober 2023 dan Rp200 ribu pada Desember 2023. Pelaku juga memberi ancaman kepada korban agar tidak memberitahu ibunya.

Baca juga  Ditinggal Kerja, Rumah di Sungai Kunjang Dibobol Maling

“Jangan beritahu mamamu kalau masih mau ketemu mamamu. Itu ancaman penyampaian pelaku,” ujar Randhya.

Randhya menambahkan, pelaku mengaku nekat merudapaksa menantunya karena tidak mendapat jatah biologis dari istrinya selama dua bulan.

“Pelaku saat itu memberi alasan dua bulan tidak dilayani istri,” tutur Randhya.

Baca juga  Pelajar SMA di Tarakan Ditangkap karena Sebar Video Pornografi Mantan Pacar

Korban yang tidak tahan dengan perlakuan pelaku akhirnya menceritakan kejadian itu kepada kakaknya. Keduanya kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Tarakan pada 9 Desember 2023 pukul 01.00 Wita.

“Kemudian Satreskrim berhasil mengamankan pelaku di kediamannya di Kelurahan Pantai Amal pukul 02.00 WITA,” ungkap Randhya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu set pakaian korban dan handphone beserta bukti chat mesum pelaku yang mengajak korban berhubungan badan.

“Pelaku diamankan di kediamannya. Di hari Sabtu jam dua pagi. Saat itu pelaku lagi tidur. Kalau kejadian pelaku rudapaksa korban jam sebelas siang,” jelas Randhya.

Baca juga  Tiga Mahasiswa di Tarakan Ditangkap Terkait Pengeroyokan Rekan Sesama Kampus

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) juncto pasal 76D subside pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi UU. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. “Atau pasal 6 huruf C UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” pungkas Randhya.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved