Search
Close this search box.

Pemilik Pom Mini di Samarinda Jadi Tersangka Usai Kebakaran

Benuanta.id – Muhammad Basri (55), pemilik pom mini di Jalan Wahid Hasyim II, Sempaja Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, ditetapkan sebagai tersangka usai kebakaran yang melanda tempat usahanya pada Minggu (3/12) lalu.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, mengatakan bahwa Basri diduga melanggar Pasal 55 dan atau pasal 53 jo pasal 23A UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diubah dengan UU RI Nomor 6 tahun 2023. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

“Kebakaran diduga disebabkan oleh percikan api saat Basri memindahkan BBM jenis Pertalite dari mobil ke jeriken. Saat itu, Basri sedang merokok,” kata Ary dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Selasa (5/12).

Berdasarkan keterangan saksi, Basri mengaku baru enam bulan menjalankan bisnis jual beli BBM. Namun, polisi menemukan bukti berupa jeriken 35 liter dan pom mini yang menjadi petunjuk bahwa Basri telah melanggar aturan.

Baca juga  Update Penipuan Oknum Honorer Pemkot Samarinda: Korban Bertambah, Kerugian Capai Rp 6 Miliar

Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Sempaja Timur itu tidak hanya menghanguskan pom mini milik Basri, tetapi juga dua kendaraan lain dan bangunan toko kelontong. Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan jaringan komunikasi internet terputus selama 12 jam karena kabel optik milik Telkom turut terbakar.

Perbedaan Keterangan Saksi dan Tersangka

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, ada beberapa keterangan yang berbeda-beda dari pendapat saksi serta dan tersangka yang berinisial B ini.

Awal mula terjadinya kebakaran ini, berawal dari saat proses pemindahan BBM jenis Pertalite dari mobil Avanza milik Basri ke jurigen, yang rencananya akan di masukkan ke dalam dispenser Pertamini.

“Dari informasi yang diberikan oleh saksi mata, tersangka ini memindahkan BBM Pertalite sambil merokok sehingga itu yang menyebabkan terpicunya terjadi kebakaran,” jelas Ary.

“Tapi ada perbedaan dari keterangan tersangka yang menjelaskan bahwa awal mula terjadinya kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik. Saat ini kami sedang mengumpulkan keterangan-keterangan selanjutnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, dari vidio yang beredar di Media Sosial awal mula terbakarnya itu berasal dari mobil Avanza dan akhirnya mrembet ke mesin dispenser dari Pertamini.

“Jadi awal mula terbakar itu dari mobil Avanza, karena dari vidio yang beredar Pertamini tersebut itu belum ada terbakar sama sekali,” ujarnya.

Tersangka Mengaku Baru Berbisnis Pom Mini Selama 6 Bulan

Hasil dari keterangannya, tersangka menjalankan bisnis penjualan Pertamini ini sudah sekitar kurang lebih selama 6 Bulanan. Dari kasus ini, pihak Kepolisian berhasil mengamankan jurigen dengan kapasitas sekitar 35 liter dari bekas terbakar, sebuah mobil Avanza serta mesin dispenser Pertamini milik tersangka Basri.

Baca juga  Wakar Sekolah Berusia 72 Tahun Diamankan Polisi setelah Cabuli Bocah 10 Tahun

“Mesin dispenser Pertamini ini dibeli oleh tersangka melalui online,” ucapnya.

Ancaman Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

Sebagai konsekuensi dari tindakannya, B dijerat Pasal 55 dan atau Pasal 53 Jo Pasal 23A Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 188 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 Miliar, dan dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp. 50 Miliar dan atau diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun,” pungkasnya.

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved