Hasil PSIM vs PSBS Biak: Dominasi Laskar Mataram Terbentur Taktik Bertahan Total

Hasyimy

BENUANTA – Dominasi penguasaan bola tidak selamanya menjamin kemenangan dalam sepak bola. Hal ini dirasakan betul oleh PSIM Jogja saat menjamu PSBS Biak dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26.

Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Sultan Agung, Bantul, Laskar Mataram justru dibuat frustrasi oleh strategi bertahan total tim tamu. Pertandingan yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor imbang 2-2.

PSIM sejatinya memegang kendali permainan sejak menit awal dengan berbagai variasi serangan. Namun efektivitas serangan balik PSBS Biak menjadi hukuman mematikan bagi tuan rumah.

Gawang PSIM justru bobol lebih dulu lewat aksi Eduardo Miguel Ramos Barbosa pada menit ke-13. Tim tamu bahkan menggandakan keunggulan melalui Ruvery Alvonso jelang turun minum.

Beruntung bagi tuan rumah karena Ze Valente mampu memperkecil ketertinggalan lewat titik putih di masa injury time babak pertama. Momentum kebangkitan berlanjut saat Pulga Vidal menyamakan kedudukan di awal babak kedua memanfaatkan situasi sepak pojok.

Tembok Tebal Pertahanan Lawan

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menyoroti secara khusus taktik yang diterapkan lawan. Ia menilai anak asuhnya sudah bermain maksimal namun skenario pertandingan berjalan di luar dugaan akibat dua gol cepat lawan.

Arsitek asal Belanda ini mengakui timnya sangat kesulitan membongkar pertahanan PSBS yang menerapkan garis pertahanan sangat dalam sepanjang laga.

“Itu sulit bagi kami karena lawan bertahan dengan blok rendah,” ujar Van Gastel, Senin (29/12/2025).

Van Gastel tetap mengapresiasi semangat juang skuadnya yang menolak menyerah meski dalam kondisi tertinggal dua gol. Mentalitas untuk terus mencari gol penyeimbang menjadi nilai positif di tengah kebuntuan taktik.

Hasil yang Mengecewakan

Situasi semakin pelik bagi PSIM menjelang akhir pertandingan. Mereka harus bermain dengan sepuluh orang setelah Raka Cahyana Rizky diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua.

Kekurangan jumlah pemain membuat Laskar Mataram harus mengubah pendekatan permainan di sisa waktu. Meski berhasil mengamankan satu poin dari situasi kritis, hasil imbang ini tetap menyisakan rasa tidak puas bagi sang juru taktik.

Van Gastel menegaskan bahwa melihat dominasi yang ditunjukkan sepanjang 90 menit, timnya seharusnya layak mendapatkan tiga poin penuh.

“Secara keseluruhan bagi kami mengecewakan karena saya pikir kami pantas menang,” tutupnya.

Bagikan:

Baca Juga