BENUANTA – Ikon pop Korea Selatan G-Dragon kini sedang menjadi sasaran kritik keras dari masyarakat internasional Selasa (05/05/26)
Penyanyi yang dikenal sebagai pemimpin tren mode ini memicu kemarahan setelah tampil dengan busana panggung yang dinilai menghina etnis tertentu.
Kecaman tersebut bermula saat G-Dragon mengenakan pakaian yang memuat istilah ofensif dalam bahasa Belanda. Istilah tersebut secara historis digunakan sebagai kata penghinaan rasial terhadap komunitas kulit hitam di Eropa.
Para penggemar dan pengamat budaya pop global segera menyadari tulisan tersebut melalui unggahan foto dari penampilannya. Mereka menganggap penggunaan kata itu sangat tidak pantas dilakukan oleh artis sebesar dirinya.

Ketidaksensitifan Budaya Artis Global
Reaksi keras muncul di berbagai platform media sosial karena busana tersebut dianggap sebagai bentuk buta budaya. Banyak pihak merasa kecewa karena seorang bintang dunia tidak melakukan pengecekan mendalam terhadap pesan di pakaiannya.
Komunitas internasional menuntut penjelasan serta permintaan maaf resmi dari pihak artis maupun agensi. Insiden ini menambah panjang daftar idola K-Pop yang terjerat masalah sensitivitas budaya di panggung global.
Beberapa netizen menekankan bahwa alasan ketidaktahuan bahasa tidak lagi bisa diterima di era informasi saat ini. Pesan yang tertempel di baju tersebut dinilai sangat jelas maknanya bagi mereka yang memahami konteks sejarah rasisme.
Pihak perwakilan komunitas penggemar menyatakan bahwa tindakan ini sangat melukai perasaan banyak orang di seluruh dunia. Mereka menyayangkan kecerobohan tim kreatif yang menyiapkan kostum panggung tersebut.
Kesalahan ini dianggap sangat fatal mengingat posisi G-Dragon sebagai panutan di industri kreatif global. Hal ini menunjukkan masih adanya celah dalam pemahaman lintas budaya di industri hiburan Korea.
Salah seorang pengamat fashion dalam komentarnya menyebutkan bahwa pakaian bukan sekadar gaya namun juga membawa pesan politik dan sosial.
“Kita sangat menghargai kreativitasnya namun kali ini dia benar-benar melampaui batas dengan menggunakan kata yang sangat merendahkan martabat manusia,” kata salah satu netizen.



