Search
Close this search box.

Format Baru Hitung Pajak Freelancer, Berlaku 2024!

Benuanta.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menerapkan format baru penghitungan pemungutan dan pemotongan tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) mulai Januari 2024. Format penghitungan ini memanfaatkan tarif efektif rata-rata (TER).

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, tujuan penggunaan format perhitungan TER ini untuk memudahkan dan menyederhanakan perhitungan serta mempermudah para wajib pajak untuk menghitung PPh 21 yang dipotong perusahaan.

“Metode TER ini sudah memperhitungkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bagi setiap jenis status PTKP,” kata Suryo dalam keterangannya, Senin (11/12).

Tarif TER ini memiliki empat kategori, antara dari 5 persen sampai 30 persen. Namun kini ditambahkan untuk penghasilan tertinggi yakni di atas Rp5 miliar dengan tarif sebesar 35 persen. Adapun, tarif yang berlaku adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan sampai dengan Rp60 juta adalah 5 persen
  • Rp60 juta – Rp250 juta adalah 15 persen
  • Rp250 juta – Rp500 juta adalah 25 persen
  • Rp500 juta sampai Rp5 miliar adalah 30 persen
  • Di atas Rp5 miliar adalah 35 persen.
Baca juga  Tiongkok Lirik Kaltim, Bidik Investasi Pabrik Kelapa Sawit dan Baterai Litium

Suryo menjelaskan, format perhitungan TER ini juga berlaku untuk penghitungan PPh 21 bagi penerima penghasilan yang bukan karyawan, seperti freelancer.

“Jadi, baik karyawan maupun bukan karyawan, penghitungannya sama,” tegas Suryo.

Contoh Penghitungan PPh 21 Metode TER

Berikut ini contoh penghitungan PPh 21 metode TER:

Retto merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan status menikah dan tanpa tanggungan. Ia bekerja sebagai pegawai tetap di PT Jaya Abadi. Retto menerima gaji sebesar Rp10.000.000,00 per bulan.

Berdasarkan status PTKP dan jumlah penghasilan bruto, pemberi kerja menghitung PPh Pasal 21 Retto menggunakan Tarif Efektif Kategori A dengan tarif 2,25%. Dengan demikian, jumlah pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan Retto adalah:

  1. Januari – November : Rp10.000.000,00 x 2,25% = Rp225.000,00/bln
  2. Desember : Rp2.775.000 – (Rp225.000,00 x 11) = Rp300.000,00

Adapun, selisih pemotongan sebesar Rp75.000,00.

Keuntungan Format Baru Penghitungan PPh 21

Dengan penerapan format baru penghitungan PPh 21, DJP berharap akan ada beberapa keuntungan, antara lain:

  • Lebih sederhana. Format perhitungan TER ini lebih sederhana dibandingkan dengan format perhitungan sebelumnya yang menggunakan tarif progresif.
  • Lebih adil. Format perhitungan TER ini lebih adil karena memperhitungkan PTKP bagi setiap jenis status PTKP.
  • Lebih mudah dipahami. Format perhitungan TER ini lebih mudah dipahami oleh para wajib pajak.
Baca juga  Inflasi Kaltim 2023 Terkendali di Level 3,46 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai, Daging, dan Bawang

DJP mengimbau kepada para wajib pajak untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan format penghitungan PPh 21 ini. DJP juga akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan format baru penghitungan PPh 21. (CNBC Indonesia)

Hosting Murah

Berita Terbaru

Narahubung

© Copyright 2018 – 2023 PT Benuanta Oetama Madjoe Djaya, All Rights Reserved