BENUANTA – Kesepakatan penting terjalin di ruang Komisi DPRD Berau. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 akhirnya ditandatangani bersama oleh Bupati Berau Sri Juniarsih dan Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, Rabu 4 Juni 2025.
Meski duduk di sisi yang berbeda dalam sistem pemerintahan, eksekutif dan legislatif kali ini satu suara. Mereka sepakat mengawal arah pembangunan Berau lima tahun ke depan dengan 18 program prioritas sebagai pijakan utama.
Namun Dedy Okto tak ingin sinergi itu menghilangkan marwah lembaga legislatif. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap program pemerintah dan fungsi pengawasan DPRD.
“Mari kita bangun sinergi ini” ucap Dedy.
Ia meminta pemerintah aktif membangun koordinasi lintas level. Menurutnya, keberhasilan RPJMD akan sangat ditentukan oleh sejauh mana program di daerah terkoneksi dengan program pusat dan provinsi.
“Silakan bawa dokumen ini untuk dikonsultasikan ke Pemprov Kaltim” kata Deded, sapaan akrabnya.
Bupati Sri Juniarsih menyebut RPJMD tersebut telah melalui proses panjang, termasuk uji publik dan masukan dari berbagai pihak. Ia meyakini dokumen ini akan menjawab kebutuhan pembangunan yang diinginkan masyarakat.
“Semua janji politik ini telah tercantum dalam dokumen pembangunan lima tahun ke depan” sebutnya.
Sri juga menekankan perlunya inovasi dalam menggali pendapatan daerah, mengingat ketergantungan APBD Berau terhadap transfer pusat dan dana perimbangan yang masih tinggi.
“Bangun kemitraan dengan publik maupun perusahaan swasta” ucap Sri.
Sinergi yang kini terjalin menjadi awal penting, namun tantangan terbesar ada pada pelaksanaan. Dedy ingin lembaganya tetap memainkan peran sebagai penyeimbang, bukan sekadar penyetuju. (Adv/DPRD Berau)




