BENUANTA – Sebuah “derbi London” terjadi di luar lapangan jelang penutupan bursa transfer. Tottenham Hotspur dilaporkan telah membuka pembicaraan untuk menyaingi rival sekotanya, Chelsea, dalam perebutan gelandang serang RB Leipzig, Xavi Simons.
Spurs mencoba masuk dalam perburuan seorang pemain yang telah lama menjadi target utama bagi The Blues. Kabar ini dilansir oleh media Inggris, The Telegraph.
Momen Tepat Tottenham untuk Masuk
Langkah Tottenham ini diambil di saat yang dianggap tepat. Ketertarikan Chelsea pada Simons memang sudah berlangsung lama, namun pergerakan mereka terhambat.
Chelsea dilaporkan perlu melepas salah satu dari penyerang mereka, Nicolas Jackson atau Christopher Nkunku, sebelum bisa mengajukan tawaran resmi untuk Simons. Selain itu, mereka juga dikabarkan sedang mengevaluasi target alternatif, Fermin Lopez dari Barcelona.
Situasi inilah yang dinilai telah membuka pintu bagi Tottenham untuk mencoba mengambil alih posisi terdepan dalam perburuan Simons.
Upaya Putus Asa Spurs
Dari sisi Tottenham, kebutuhan akan gelandang serang baru sudah sangat mendesak. Klub asal London Utara ini sangat ingin mendaratkan setidaknya satu nama besar di posisi tersebut sebelum jendela transfer ditutup.
Upaya ini dilakukan setelah mereka gagal dalam perburuan target-target sebelumnya, seperti Morgan Gibbs-White dan yang paling menyakitkan, Eberechi Eze, yang direbut oleh rival abadi mereka, Arsenal.
Simons sendiri ingin meninggalkan RB Leipzig, yang mematok harga sekitar £60 juta, angka yang bersedia dibayarkan Spurs untuk target-target mereka sebelumnya.
Ancaman Trauma ‘Pembajakan’
Meskipun ada peluang, dilaporkan ada sedikit kecemasan di internal Tottenham. Mereka khawatir akan kembali menjadi korban “pembajakan” transfer oleh Chelsea, sama seperti yang mereka alami dengan kasus Eze dan Arsenal.
Karena trauma tersebut, Spurs kemungkinan hanya akan mengajukan tawaran resmi jika mereka yakin bisa menyelesaikan kesepakatan dengan sangat cepat, untuk meminimalkan risiko Chelsea datang menikung di saat-saat terakhir.



