BENUANTA – Kejadian unik melanda institusi pemerintah Korea Selatan setelah layanan publik mereka mendadak lumpuh akibat serbuan telepon dari para penggemar musik.
National Pension Service (NPS) melaporkan adanya lonjakan panggilan yang sangat masif terkait rumor keluarnya Heeseung dari grup idola ENHYPEN, Rabu (18/3/26).
Situasi ini bermula dari kesamaan akronim nama lembaga tersebut dengan istilah yang sering digunakan dalam pembicaraan internal industri hiburan.
Para penggemar yang panik justru menghubungi nomor layanan pensiun negara untuk memprotes manajemen artis yang menaungi penyanyi berbakat tersebut.
Gangguan Layanan Publik Korea Selatan
Pihak lembaga menyatakan bahwa aktivitas operasional mereka sangat terganggu karena ribuan panggilan yang masuk tidak berkaitan dengan jaminan sosial.
Staf administrasi yang bertugas merasa kebingungan saat menerima pertanyaan mengenai kontrak artis ketimbang urusan dana pensiun warga negara.
Upaya penjelasan telah dilakukan secara langsung kepada setiap penelepon namun arus panggilan tidak kunjung mereda selama beberapa jam terakhir.
Seorang juru bicara resmi menegaskan bahwa institusi tersebut merupakan lembaga negara yang mengelola dana masyarakat dan bukan bagian dari industri musik.
“Kami tidak ikut campur dalam urusan internal grup K-Pop manapun termasuk mengenai keberadaan anggota mereka” menurut perwakilan National Pension Service.
Pihak lembaga meminta dengan sangat agar para penggemar berhenti memenuhi saluran darurat dan layanan konsumen mereka demi kepentingan publik.
Mereka berharap agar para penggemar lebih teliti dalam mencari saluran komunikasi resmi milik agensi yang bersangkutan untuk menyampaikan aspirasi.
“Mohon gunakan saluran komunikasi yang tepat agar tidak menghambat pelayanan warga yang membutuhkan informasi dana pensiun” ujar juru bicara tersebut.



