Bukan Halusinasi, Pengadilan Validasi Klaim Min Hee Jin Bahwa ILLIT Tiru NewJeans

Muflihah

BENUANTA – Mantan CEO ADOR Min Hee Jin berhasil memenangkan gugatan sengit melawan raksasa hiburan HYBE. Pengadilan memvalidasi hak opsi jual saham miliknya sekaligus menyoroti isu sensitif mengenai kemiripan konsep artis, Kamis (12/2/26).

Majelis Hakim Divisi Sipil 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak klaim HYBE untuk membatalkan perjanjian pemegang saham. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi perusahaan yang menaungi BTS tersebut.

Salah satu poin paling menarik dalam putusan hakim adalah validasi terhadap keluhan Min Hee Jin selama ini. Isu kemiripan girl group ILLIT dengan NewJeans yang selama ini dibantah agensi akhirnya mendapat sorotan hukum.

Hakim menyatakan bahwa penampilan ILLIT segera setelah debut memang dinilai mirip dengan NewJeans. Hal ini memperkuat alasan Min Hee Jin yang sebelumnya lantang menyuarakan dugaan penjiplakan di internal perusahaan.

Pengadilan menilai label Belift Lab gagal memberikan bukti kuat untuk membantah tuduhan tersebut. Argumen mereka bahwa kedua grup itu tidak mirip dianggap tidak cukup meyakinkan untuk mematahkan klaim publik dan orang tua member NewJeans.

Hakim menyebutkan bahwa kontroversi ini belum sepenuhnya mereda di mata publik. Pernyataan Min Hee Jin dalam konferensi pers yang menghebohkan itu dinilai masih dalam batas hak bantahan yang wajar.

Menurut pengadilan mengangkat kecurigaan tentang peniruan dan pengabaian artis adalah tindakan yang beralasan. Konflik ini muncul ke permukaan setelah kekhawatiran tersebut disampaikan secara internal melalui surel dan audit dimulai.

Belift Lab Gagal Membantah

Hakim juga menyinggung petisi yang diajukan oleh orang tua member NewJeans terkait kemiripan ini. Klaim mereka dianggap mencerminkan opini yang berdasar pada fakta visual dan bukan sekadar kesalahan persepsi.

Kegagalan HYBE dan labelnya dalam membuktikan perbedaan signifikan antara kedua grup menjadi poin krusial. Hal ini membuat tuduhan pelanggaran kepercayaan yang dilayangkan kepada Min Hee Jin menjadi lemah.

Selain membenarkan posisi Min Hee Jin soal isu kreatif pengadilan juga memerintahkan HYBE membayar ganti rugi besar. Perusahaan itu wajib membayar sekitar 25,5 miliar KRW atau setara ratusan miliar rupiah atas opsi jual saham Min Hee Jin.

Tuduhan bahwa Min Hee Jin berniat menjadikan ADOR sebagai perusahaan cangkang juga tidak terbukti. Hakim menilai diskusi mengenai kemandirian agensi tidak serta merta menjadi pelanggaran berat kontrak pemegang saham.

Pengadilan menutup putusannya dengan menegaskan kewajiban finansial HYBE. Putusan ini sekaligus memulihkan hak Min Hee Jin yang sempat ditahan oleh perusahaan.

“Penggunaan opsi jual oleh Min Hee Jin adalah sah dan HYBE harus membayar sekitar 25,5 miliar KRW,” tegas pengadilan dalam putusannya.

Bagikan:

Baca Juga