BENUANTA – Gelombang mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Berau.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Berau, Sakirman, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh operator armada transportasi, baik bus Damri maupun para motoris kapal, agar menempatkan faktor keselamatan di atas segalanya selama melayani perjalanan mudik.
Sakirman menekankan, lonjakan jumlah penumpang yang terjadi setiap tahun harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur serta kedisiplinan tinggi dari para pengemudi dan operator.
Kelayakan armada transportasi darat maupun laut menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar demi memastikan perjalanan warga menuju kampung halaman berlangsung aman tanpa kendala berarti.
Para motoris dan pengemudi diinstruksikan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan kapal sebelum memutuskan untuk beroperasi.
“Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Armada transportasi harus benar-benar memastikan kendaraan maupun kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan,” tegas Sakirman, Sabtu (7/3/2026).
Ia berharap tidak ada operator yang lalai atau mengabaikan prosedur teknis demi mengejar setoran di tengah tingginya permintaan pasar.
Tanggung jawab keselamatan perjalanan sejatinya tidak hanya bertumpu pada pundak operator transportasi semata.
Sakirman juga menitipkan pesan penting bagi para pemudik untuk turut aktif menjaga ketertiban selama di perjalanan.
Kesadaran kolektif dari masyarakat dinilai sangat membantu petugas dalam menciptakan suasana mudik yang kondusif.
Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah fenomena memaksakan diri masuk ke dalam angkutan yang sudah penuh.
Ia meminta masyarakat dengan tegas untuk tidak menumpang pada bus atau kapal yang telah melebihi kapasitas muatan (overcapacity).
Pasalnya, risiko kecelakaan akan meningkat tajam saat kendaraan atau kapal dipaksa bekerja di luar batas kemampuannya.
Selain itu, kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan maupun awak transportasi di atas kendaraan menjadi kunci penting agar tidak terjadi kekacauan di simpul-simpul transportasi.
Sakirman berharap adanya sinergi yang kuat antara penyedia jasa transportasi, masyarakat selaku pengguna jasa, serta aparat keamanan yang bertugas di lapangan.
Kerja sama yang harmonis ini diyakini akan meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas, baik di jalur darat maupun perairan Berau yang dikenal memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Pemudik juga harus disiplin dan taat aturan. Dengan kerja sama semua pihak, perjalanan mudik bisa berjalan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (Adv)




