BENUANTA — Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Pendidikan Berau dalam menyalurkan bantuan bagi siswa-siswi korban kebakaran di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.
Menurut Elita, perhatian khusus terhadap peserta didik yang terdampak musibah merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan proses pendidikan mereka pascabencana.
Kehadiran pemerintah dalam situasi sulit seperti ini dinilai sangat krusial agar motivasi belajar anak-anak tidak meredup akibat hilangnya fasilitas pendukung sekolah yang hangus terbakar.
Elita menegaskan, bantuan ini bukan sekadar urusan materi, melainkan wujud nyata dukungan moral pemerintah bagi keluarga korban.
“Memang sudah seharusnya Disdik hadir memberikan bantuan kepada korban bencana, apalagi di dalamnya ada siswa dan siswi yang terdampak langsung. Jangan sampai mereka kehilangan semangat belajar hanya karena perlengkapan sekolah atau kebutuhan dasarnya ikut terbakar,” ujar Elita.
Politikus Partai Golkar ini berharap perhatian terhadap para siswa tidak berhenti pada pemberian bantuan awal semata.
Elita meminta agar pendampingan terus dilakukan secara berkala.
Bahkan, jika diperlukan, pemerintah harus menyediakan dukungan psikologis untuk memulihkan trauma yang mungkin dialami anak-anak setelah kehilangan tempat tinggal mereka.
“Elita meminta pendampingan terus dilakukan, termasuk memastikan anak-anak tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman. Kalau perlu ada dukungan psikologis juga supaya mereka tidak trauma,” tambahnya.
Sebelumnya, bantuan telah disalurkan secara langsung oleh Disdik Berau kepada pelajar terdampak di SD Negeri 001 dan 002 Rinding.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan, pihaknya berkomitmen penuh menjaga hak pendidikan para siswa meski di tengah cobaan berat.
Ia menekankan, musibah tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus meraih cita-cita.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat bersekolah. Musibah ini jangan sampai menghambat mereka untuk belajar dan meraih cita-cita,” kata Mardiatul.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) terus melakukan koordinasi intensif untuk memetakan serta memenuhi kebutuhan para siswa, mulai dari perlengkapan alat tulis hingga seragam.
Langkah kolektif ini diambil setelah musibah kebakaran di kawasan Rinding menghanguskan enam bangunan dan menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal, termasuk para pelajar usia sekolah dasar. (Adv/DPRD Berau)




