BENUANTA – Keberhasilan Borneo FC Samarinda memastikan diri tampil di kompetisi Asia musim depan disambut antusias ribuan suporter di Samarinda. Euforia itu semakin terasa setelah Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memastikan pemerintah daerah akan mempercepat pembenahan Stadion Segiri agar layak digunakan untuk pertandingan internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri acara nonton bareng laga tandang Borneo FC melawan Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Auditorium Hotel Claro Pandurata Samarinda, Minggu malam.
Rudy hadir bersama istrinya, Sarifah Suraidah, mengenakan jersey oranye khas Pesut Etam. Kehadirannya langsung menarik perhatian ratusan Pusamania yang memadati lokasi nobar sejak pertandingan dimulai.
Sepanjang laga berlangsung, suasana nobar berjalan meriah. Sorakan dukungan terus terdengar setiap Borneo FC membangun serangan. Ketegangan juga sempat muncul ketika beberapa peluang emas gagal berbuah gol.
Rudy beberapa kali terlihat ikut bereaksi bersama para suporter ketika peluang Borneo FC nyaris membobol gawang lawan.
“Harusnya tadi bisa jadi gol,” ucap Rudy sambil tersenyum di tengah riuh pendukung Pesut Etam.
Meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol, hasil tersebut cukup membawa Borneo FC mengamankan posisi runner-up BRI Super League musim 2025/2026 sekaligus memastikan tiket ke kompetisi Asia.
Bagi masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri. Setelah beberapa musim bersaing di papan atas kompetisi nasional, Borneo FC akhirnya kembali membuka peluang tampil di panggung sepak bola internasional.
Rudy menilai keberhasilan tersebut membuktikan klub asal daerah mampu bersaing dengan tim-tim besar di Indonesia.
“Yang terpenting sekarang Borneo FC bisa tampil di level Asia dan membawa nama Kalimantan Timur,” katanya.
Namun di balik euforia itu, perhatian publik langsung tertuju pada kesiapan Stadion Segiri Samarinda yang selama ini menjadi markas Borneo FC.
Stadion legendaris tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar pertandingan internasional, terutama pada sektor pencahayaan.
Saat ini kapasitas lampu stadion disebut masih berada di kisaran 900 lux, sementara standar pertandingan internasional membutuhkan pencahayaan minimal 1.200 lux agar memenuhi syarat siaran dan laga malam hari.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter. Banyak pihak berharap Borneo FC tidak lagi harus menggunakan stadion di luar Samarinda saat berlaga di kompetisi Asia.
Menanggapi hal itu, Rudy memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan segera melakukan pembenahan fasilitas Stadion Segiri.
“Kalau fasilitas lain yang lama saja bisa kita hidupkan kembali, apalagi hanya persoalan lampu stadion,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan para suporter yang hadir dalam acara nobar. Sebagian Pusamania bahkan meneriakkan dukungan agar renovasi segera direalisasikan sebelum kompetisi Asia dimulai.
Menurut Rudy, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat peningkatan fasilitas stadion, khususnya pada sektor pencahayaan yang menjadi syarat utama pertandingan internasional.
Ia juga menilai momentum keberhasilan Borneo FC harus menjadi pemicu pembenahan infrastruktur olahraga di Kalimantan Timur.
Selama beberapa musim terakhir, persoalan fasilitas stadion memang kerap menjadi sorotan. Beberapa pertandingan Borneo FC sebelumnya harus dijalani dengan berbagai penyesuaian akibat proses renovasi dan standar kompetisi.
Kini, dengan peluang tampil di level Asia, tekanan terhadap kesiapan Stadion Segiri menjadi semakin besar.
Di sisi lain, suasana kebersamaan antara pemerintah daerah dan komunitas suporter dalam acara nobar dinilai menunjukkan dukungan kuat terhadap perkembangan sepak bola di Samarinda.
Rudy berharap dukungan masyarakat tetap terjaga agar Borneo FC mampu bersaing di level internasional.
“Semangat dan dukungan masyarakat sangat penting untuk perjalanan Borneo FC ke depan,” ujarnya.
Kini publik Samarinda menanti realisasi janji pembenahan Stadion Segiri. Sebab selain kesiapan tim di lapangan, keberhasilan menjadi tuan rumah pertandingan Asia juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur.
(Adv/Redaksi)



