BENUANTA – Ketertiban administrasi kependudukan di Kabupaten Berau kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Anggota DPRD Berau, Feri Kombong, mengimbau seluruh aparat kampung untuk tidak sekadar duduk di balik meja.
Namun, harus proaktif melakukan pendataan terhadap masyarakat pendatang yang masuk ke wilayah masing-masing.
Langkah “jemput bola” ini dinilai sangat krusial sebagai fondasi utama dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Feri menekankan, pengawasan terhadap warga baru tidak boleh hanya mengandalkan kesadaran laporan dari pendatang itu sendiri.
“Pendataan pendatang ini tidak bisa hanya menunggu laporan. Aparat kampung harus aktif turun langsung ke lapangan, memastikan siapa saja yang masuk dan tinggal di wilayahnya,” tegasnya, Selasa (17/3/2026).
Kabupaten Berau dikenal memiliki dinamika mobilitas penduduk yang cukup tinggi, khususnya pada momentum libur panjang dan hari besar keagamaan.
Tanpa adanya sistem pendataan yang ketat dan akurat, arus masuk penduduk dikhawatirkan dapat memicu persoalan sosial maupun administratif di kemudian hari.
Feri menjelaskan, pendataan ini merupakan langkah preventif yang esensial untuk mencegah tindak kriminalitas hingga penyalahgunaan identitas yang dapat merugikan ketenangan warga lokal.
Namun, ia menggarisbawahi, upaya ini sama sekali bukan bertujuan untuk membatasi ruang gerak masyarakat atau mendiskriminasi pendatang.
Sebaliknya, kejelasan data kependudukan justru akan mempermudah pemerintah kampung dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal bagi setiap orang yang tinggal di wilayah tersebut.
“Ini bukan untuk membatasi, tapi memastikan semua tertib. Dengan data yang jelas, pemerintah kampung juga lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Demi mencapai hasil yang maksimal dan berkelanjutan, Feri mendorong terciptanya sinergi yang kuat antara aparat pemerintah kampung, pengurus RT, hingga pihak keamanan di tingkat tapak seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kolaborasi lintas sektor ini dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan sistem peringatan dini yang efektif di akar rumput.
Dengan adanya langkah proaktif dan terintegrasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh penjuru Berau diharapkan tetap terjaga dengan kondusif.
Feri meyakini, keteraturan data kependudukan adalah awal dari pelayanan publik yang transparan dan aman bagi seluruh warga Bumi Batiwakkal.
“Dengan langkah proaktif tersebut, situasi Kamtibmas di Berau tetap terjaga, serta pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (Adv)




