BENUANTA – Kualitas infrastruktur telekomunikasi di sejumlah destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau kini tengah menjadi sorotan tajam.
Menjelang lonjakan kunjungan wisatawan pada momen libur Hari Raya Idulfitri, Anggota DPRD Berau, Sakirman, melayangkan desakan kepada pemerintah daerah untuk segera membenahi akses jaringan yang dinilai masih belum maksimal di titik-titik vital pariwisata Bumi Batiwakkal.
Sakirman menegaskan, konektivitas digital yang stabil bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan faktor penentu utama kenyamanan wisatawan modern.
Di era digital saat ini, pengalaman berwisata sangat erat kaitannya dengan kemudahan berkomunikasi dan berbagi momen secara langsung melalui media sosial.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diminta bertindak cepat memastikan kualitas sinyal berfungsi optimal sebelum puncak arus wisata tiba.
Destinasi kelas dunia seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga kawasan Bidukbiduk selalu menjadi magnet utama bagi pelancong saat musim libur panjang.
Sakirman mengingatkan, ekspektasi wisatawan yang datang jauh-jauh ke Berau adalah mendapatkan pengalaman yang sempurna, termasuk kemudahan akses internet untuk keperluan navigasi maupun hiburan.
“Ketika wisatawan datang, mereka tentu ingin tetap bisa berkomunikasi, mengakses internet, atau membagikan pengalaman wisatanya. Kalau jaringan tidak mendukung, tentu akan mengurangi kenyamanan mereka,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Kesenjangan kualitas sinyal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil harus segera dijembatani melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dengan pihak penyedia layanan telekomunikasi (provider).
Stabilitas jaringan menjadi harga mati agar para pengunjung merasa betah dan tidak terisolasi secara digital selama menikmati keindahan alam Berau.
“Apalagi saat libur Lebaran biasanya kunjungan wisata meningkat. Jaringan harus dipastikan stabil agar wisatawan merasa nyaman dan betah selama berada di Berau,” jelasnya.
Lebih jauh, Sakirman memandang, jaringan telekomunikasi yang mumpuni adalah investasi promosi yang sangat efektif bagi daerah.
Wisatawan yang puas akan secara sukarela mengunggah foto maupun video keindahan Berau ke platform digital mereka.
Hal ini menciptakan efek pemasaran organik yang menjangkau audiens luas tanpa biaya tambahan dari anggaran daerah.
Namun semua itu hanya bisa terjadi jika didukung oleh jaringan internet yang kencang.
Sinergi antara keindahan alam dan kemudahan teknologi dianggap sebagai kunci utama dalam memenangkan persaingan destinasi wisata di Kalimantan Timur.
Jika infrastruktur digital ini tergarap dengan baik, Berau akan semakin dikenal sebagai destinasi yang ramah teknologi dan siap menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Itu pasti akan membantu memperkenalkan potensi wisata Berau kepada lebih banyak orang,” pungkas Sakirman. (Adv)




