Cara Mengatasi Tubuh Kedutan dan Kesemutan Menurut Pakar Kesehatan

Muflihah

BENUANTA Banyak orang sering mengabaikan sinyal kecil dari tubuh seperti kedutan pada kelopak mata atau rasa kesemutan yang tiba-tiba muncul. Padahal fenomena ini merupakan pesan dari sistem saraf yang sedang mengalami tekanan atau kelelahan pada Sabtu (21/3/26).

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa kondisi tersebut biasanya terjadi karena adanya miskomunikasi antara saraf dan otot. Gangguan ini memicu kontraksi kecil yang dikenal dengan istilah fasikulasi atau gerakan otot yang tidak disengaja.

Penyebab utama dari gangguan fungsi saraf ini sering kali berasal dari kebiasaan hidup sehari-hari yang kurang sehat. Faktor pemicunya mulai dari konsumsi kafein berlebih hingga kurangnya durasi tidur yang berkualitas setiap malam.

Kelelahan ekstrem dan dehidrasi juga menjadi alasan kuat mengapa otot terasa menegang atau berkedut tanpa sebab. Tubuh yang kekurangan cairan dan mineral penting tidak akan mampu menjalankan fungsi koordinasi saraf dengan sempurna.

Langkah Praktis Menenangkan Saraf

Dokter menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan asupan mineral penting seperti magnesium dan kalium setiap hari. Kedua zat ini sangat vital untuk menjaga stabilitas sinyal listrik yang dikirimkan saraf ke seluruh jaringan otot.

Selain nutrisi membatasi waktu menatap layar atau screen time juga sangat efektif untuk mengurangi stimulasi saraf yang berlebihan. Peregangan otot secara rutin dapat membantu melancarkan aliran darah sehingga rasa kesemutan tidak mudah datang.

Jika gejala kedutan terjadi secara terus menerus dan mulai menyebar ke bagian tubuh lain segera lakukan konsultasi medis. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika muncul rasa lemas yang ekstrem pada otot atau gangguan koordinasi gerak.

Penanganan secara mandiri tetap menjadi langkah awal yang paling disarankan oleh para ahli di bidang penyakit dalam. Fokus utama adalah mengembalikan keseimbangan sistem saraf melalui pola istirahat yang cukup dan hidrasi yang terjaga.

“Mayoritas gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh mendapatkan waktu istirahat dan nutrisi yang cukup,” ungkap Shilpa Singi.

Bagikan:

Baca Juga