Berbagi Takhta, Siapa Lebih Berkuasa antara Bos HYBE dan JYP?

Muflihah

BENUANTA – Di industri musik Korea Selatan, kisah dua pria ini adalah legenda. Satu adalah sang visioner eksentrik yang membangun kerajaan dari nol, satu lagi adalah mantan anak buahnya yang kini menjelma menjadi taipan media global.

Tahun 2026 menjadi saksi bisu bagaimana Bang Si-hyuk (Chairman HYBE) dan J.Y. Park (Pendiri JYP Entertainment) kembali berbagi panggung kekuasaan dunia. Majalah musik bergengsi Amerika Serikat, Billboard, baru saja merilis daftar 2026 Power 100 pada Rabu (28/1/2026).

Nama keduanya terpampang jelas di sana. Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan validasi brutal atas siapa yang sesungguhnya memegang kendali arus musik global saat ini.

Mantan rekan kerja yang dulu menghabiskan malam-malam panjang di studio sempit itu, kini bersanding sebagai dua figur Asia paling berpengaruh di Amerika. Namun, jika bicara soal peringkat, data Billboard bicara lain.

Dominasi Sang Murid

Bang Si-hyuk tampaknya masih memegang kunci utama gerbang industri musik Barat. Bersama CEO HYBE Lee Jae-sang dan Presiden HYBE America Isaac Lee, Bang menduduki peringkat ke-30 dalam kategori Leaderboard—kasta tertinggi yang berisi 40 figur paling berpengaruh di dunia.

Kekuatan HYBE tidak lagi bertumpu pada satu grup. Billboard secara khusus menyoroti keberhasilan strategi “multi-home, multi-genre” yang mereka terapkan. Proyek grup global KATSEYE, yang sukses menembus pasar AS dan meraih nominasi Grammy, menjadi bukti sahih bahwa tangan dingin Bang Si-hyuk bisa mencetak bintang tanpa label “impor dari Korea”.

Di kategori Multisector, posisi HYBE semakin tak terbendung dengan bertengger di peringkat ke-5.

“HYBE tidak sekadar mengekspor artis Korea, tapi menanamkan sistem K-Pop sebagai standar sukses lokal di pasar global,” tulis Billboard dalam ulasannya.

Serangan Balik Sang Mentor

Di sisi lain, J.Y. Park tidak tinggal diam. Bersama CEO Jung Wook dan CSO Shin Hyun-kook, JYP Entertainment mengamankan posisi ke-12 di kategori Multisector. Meski secara peringkat sedikit di bawah mantan anak didiknya, JYP menunjukkan otot kekuatannya di sektor lain: tur dunia.

Billboard mencatat pendapatan kuartal kedua JYP di tahun 2025 memecahkan rekor sejarah perusahaan. Motor utamanya adalah tur dunia Stray Kids bertajuk dominATE. Tur ini bukan konser biasa, melainkan fenomena yang mencetak angka kehadiran dan pendapatan tertinggi dalam sejarah tur K-Pop di Amerika Utara.

Strategi JYP terbukti efektif. Mereka tidak hanya bergantung pada penjualan album fisik, tetapi menciptakan pengalaman langsung yang masif bagi penggemar global.

Rivalitas yang Manis

Masuknya kedua nama ini secara bersamaan mengingatkan publik pada masa lalu mereka. Bang Si-hyuk pernah menjadi produser andalan di JYP Entertainment pada akhir 90-an hingga awal 2000-an. J.Y. Park adalah mentor yang memberi ruang bagi Bang untuk berkembang sebelum akhirnya mendirikan Big Hit (cikal bakal HYBE).

Kini, persaingan mereka bukan lagi soal siapa pencipta lagu terbaik di Seoul. Medan tempurnya telah bergeser ke Los Angeles, New York, dan pasar saham global.

Meski bersaing, narasi yang dibangun keduanya adalah bukti bahwa sistem K-Pop telah matang. Mereka tidak saling mematikan, melainkan saling melengkapi dalam menguasai pasar Barat dengan pendekatan berbeda. HYBE dengan ekspansi sistem dan akuisisinya, sementara JYP dengan kekuatan tur dan loyalitas fandom yang militan.

Tahun 2026 membuktikan bahwa “bromance” legendaris ini masih menjadi poros utama yang menggerakkan industri hiburan dunia.

“Kami membangun basis di luar negeri dan menggunakan metode pengembangan artis K-Pop untuk pasar global,” jelas Billboard mengutip strategi HYBE.

Bagikan:

Baca Juga