BENUANTA – Persaingan memperebutkan posisi utama di lini pertahanan Persib Bandung pada kompetisi Super League 2025/2026 berlangsung sangat ketat. Patricio Matricardi mencatatkan diri sebagai bek asing dengan menit bermain paling tinggi dibandingkan rekan setimnya. Rabu (28/1/26).
Pemain yang akrab disapa Pato tersebut hampir tidak pernah absen mengawal jantung pertahanan Pangeran Biru dalam 18 pertandingan yang sudah dilakoni. Ia tercatat tampil dalam 17 laga dengan total durasi bermain mencapai 1.402 menit.
Dominasi Pato di Jantung Pertahanan
Catatan kedisiplinan bek asal Argentina ini juga tergolong luar biasa bagi seorang pemain bertahan yang sering terlibat benturan fisik. Meski memiliki jam terbang tinggi Pato sejauh ini baru mengantongi satu kartu kuning di liga.
Pelatih Bojan Hodak mengakui bahwa keunggulan anak asuhnya itu tidak hanya terlihat dari angka-angka di atas kertas. Konsistensi permainan di lapangan menjadi alasan utama mengapa sang pemain sulit digeser oleh nama lainnya.
Bagi seorang pemain belakang catatan tersebut dinilai cukup bagus oleh sang pelatih berdasarkan pengamatan performa sejauh ini. Pato dianggap sebagai bek dengan catatan duel terbaik di dalam skuad jika merujuk pada data statistik yang ada.
Berdasarkan statistik dia adalah bek dengan catatan duel terbaik ujar Hodak.
Perbandingan Menit Bermain Trio Asing
Di bawah posisi Matricardi terdapat nama Julio Cesar yang menempati urutan kedua sebagai bek dengan menit bermain terbanyak. Julio sudah tampil dalam 17 pertandingan namun dengan durasi yang lebih singkat yakni selama 1.162 menit.
Berbeda dengan Pato yang minim pelanggaran keras Julio Cesar justru sudah mendapatkan koleksi tiga kartu kuning dari wasit. Sementara itu bek asing lainnya yakni Federico Barba masih berada di posisi terbawah dalam hal kesempatan bermain.
Barba tercatat baru tampil dalam 13 laga dengan total waktu bermain selama 847 menit sepanjang musim ini berjalan. Pemain tersebut juga memiliki catatan kedisiplinan yang serupa dengan Pato yakni mengoleksi satu kartu kuning.
Bojan Hodak memberikan apresiasi tinggi terhadap performa bek asal Argentina tersebut karena konsistensi yang ditunjukkan. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang arsitek tim saat membedah statistik lini belakang miliknya.
Bagi seorang pemain belakang itu cukup bagus kata Hodak.



