BENUANTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperkuat ekonomi desa melalui percepatan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Program ini digagas untuk mengatasi persoalan ekonomi di tingkat akar rumput, mulai dari keterbatasan akses modal hingga maraknya pinjaman online ilegal.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, meyakini koperasi mampu menjadi wadah perlindungan ekonomi warga desa dari jeratan rentenir maupun tengkulak. Saat ini, dari 402 desa/kelurahan di Kukar, 191 wilayah belum memiliki koperasi. Untuk itu, Pemkab menargetkan percepatan agar seluruh desa dapat segera memilikinya.
“Kami bentuk tim percepatan di tiap kecamatan untuk memastikan target bisa tercapai pada 29 Mei 2025. Koperasi adalah jalan keluar agar masyarakat desa mandiri secara ekonomi,” tegas Sunggono.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang mendorong pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Kalimantan Timur ditargetkan membentuk 1.038 koperasi.
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai Kopdes/Kel berperan penting dalam pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Upaya yang dilakukan Pemkab Kukar menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan, dimulai dari desa sebagai pusat pertumbuhan. (Mam/Adv/DiskominfoKukar)



