Berhasil Turunkan Harga Cabai, Disketapang Kukar Kucurkan Dana Rp5,8 Miliar

Fathur

BENUANTA – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana meningkatkan alokasi anggaran untuk program ketahanan pangan menjadi Rp5,8 miliar pada 2025.

Keputusan ini diambil setelah program yang berjalan pada 2024 dinilai sukses menekan harga cabai dan laju inflasi.

Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mendapat bantuan langsung.

“Akhir bulan ini sebagian KWT kita sudah panen. Alhamdulillah, hal ini ikut menurunkan harga dan menahan laju inflasi,” jelasnya.

Dengan anggaran awal Rp2,6 miliar, program ini telah menyasar 40 kelompok di 12 kecamatan. Menurutnya, panen yang dilakukan KWT telah memberikan dampak nyata terhadap kestabilan harga komoditas strategis.

Harga cabai yang sebelumnya sempat melambung hingga Rp150.000 per kilogram kini turun drastis.

Melihat dampak positif tersebut, Disketapang berencana memperluas program pada tahun berikutnya. Peningkatan anggaran menjadi Rp5,8 miliar akan digunakan untuk memberi bantuan kepada 150 KWT di seluruh kecamatan.

Harapannya, perluasan ini dapat menjamin ketersediaan pasokan cabai secara lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kukar.

Sebagai bentuk apresiasi dan sekaligus simbol keberhasilan program, panen raya cabai pasca-Ramadan dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.

“Harga cabai yang sempat menyentuh Rp150.000 per kilogram kini turun menjadi Rp75.000–90.000, memberikan dampak nyata bagi stabilitas pangan dan daya beli masyarakat,” pungkas Sutikno. (Mam/Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan:

Baca Juga