Usung Konsep Pembelajaran Terbuka, Aset Digital Warnafusi Boleh Dijual Kembali

Fathur

Game Board Warnafusi.

BENUANTA – Sebuah terobosan baru hadir di dunia permainan edukatif Indonesia. Warnafusi, sebuah board game karya anak bangsa, tidak hanya menawarkan cara belajar yang menyenangkan tetapi juga mengusung konsep pembelajaran terbuka yang revolusioner. Aset digital permainan ini nantinya dapat diunduh gratis dan dijual kembali secara legal oleh siapa pun.

Permainan papan yang akan diluncurkan pada Agustus 2025 ini dirancang untuk membantu pembelajaran lintas mata pelajaran seperti IPA, Matematika, dan Sejarah melalui mekanisme perpaduan warna yang strategis. Namun, yang paling membedakannya adalah model bisnisnya yang unik.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembelajaran terbuka dan ekonomi kreatif, pencipta Warnafusi, Fadhil Muhammad Ghifari dari Universitas Esa Unggul, akan menyediakan aset digital untuk varian “Edisi Cerita Rakyat Betawi” secara cuma-cuma di situs resmi mereka. Aset ini bebas untuk dicetak, diperbanyak, dan bahkan dijual kembali.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari visi mereka yang lebih besar tentang pendidikan dan pemberdayaan komunitas.

“Kami percaya pengetahuan itu harus menyebar seluas-luasnya. Dengan membebaskan aset digitalnya, kami tidak hanya berbagi permainan, tapi juga membuka peluang bagi siapa saja untuk ikut menjadi penyebar edukasi sekaligus membangun usaha kreatif mereka sendiri,” jelas Ghifari dalam siaran persnya, Selasa (22/7/2025).

Sementara versi aset digitalnya gratis, versi cetak eksklusif dari board game Warnafusi akan tersedia untuk dibeli melalui Tokopedia mulai Agustus 2025. Para kreator juga akan membangun komunitas melalui akun Instagram @warnafusi untuk berbagi ide dan inspirasi seputar pendidikan kreatif.

Langkah revolusioner ini menggarisbawahi pesan utama yang ingin disampaikan oleh Warnafusi, yaitu pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan.

“Visi kami sederhana, siapapun bisa bermain, belajar, bahkan menjual Warnafusi, karena belajar itu hak semua orang,” tutup Ghifari.

Bagikan:

Baca Juga