Fakta-fakta Menarik Seputar Puasa di Era Kesultanan Bulungan

Fakta-fakta Menarik Seputar Puasa di Era Kesultanan Bulungan
Masjid Besar Sultan Muhammad Kasimuddin

1. Puasa ramadan di tahun pertama pemerintahan Sultan Amril Mukminin jika dikonversikan jatuh pada 1 Ramadan 1143 Hijriah atau 10 Maret 1731 Masehi. Dan puasa penutup pada masa akhir pemerintahan Sultan Amiril Mukminin bertepatan dengan tanggal 1 Ramadan 1191 Hijriah atau 03 Oktober Tahun 1777. (Konversi Software Hijri Gregorian Konventer, By Adel A. Rumaih, 1996-1997)

2. Pada masa Kesultanan Bulungan, penanda waktu awal bulan puasa dilakukan dengan menembakan meriam keramat Kesultanan Bulungan yaitu Meriam Sebenua. Meriam ini juga dibunyikan ketika malam 1 Syawal.

3. Sehari sebelum ramadan pegawai Masjid Kesultanan Bulungan berkumpul untuk melakukan Haul atau tahlilan menyambut bulan suci ramadan. Selesai makan, Sultan memberikan hadiah kepada pegawai masjid sesuai tingkatan jabatannya. Qadhi sebesar 35 gulden, Imam sebesar 25 gulden, para khatib 15 gulden dan para santri mendapat 10 gulden.

3.Sepanjang ramadan petugas mesjid Kesultanan tidak diizinkan meninggalkan posnya. Tadarusan AlQuran dapat berlangsung hingga pagi, karenanya pengajian dilakukan di masjid dan Istana. Tidak lupa makan sahur ditanggung bagi yang mengaji oleh kerajaan dan masjid kesultanan juga makan dan minum untuk buka puasa.

4. Pada pertengahan ramadan pegawai masjid kerajaan menghatamkan AlQuran di istana dan diberi hadiah sesuai dengan tingkatan jabatan. Seperti yang dilakukan satu hari sebelum ramadan, dan diakhir Ramdhan Khataman Quran pegawai mesjid diberikan zakat fitrah.

5. Setiap tanggal 27 Ramadhan Sultan mengeluarkan zakat maal dimesjid bagi yang sembahyang tarawih dan disediakan pula bagi jamaah diluar mesjid.


Sumber: (H.E Mohd Hassan Dkk, Sejarah Masuknya Islam di Kabupaten Bulungan, hl. 11 tahun 1981)

Pilih Bangga Bangga 100%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu Peradi?

Berikan komentarmu