Roda Pemerintahan dan Perekonomian Mulai Berjalan
Tim Relawan Pemprov Kaltara mengunjungi sejumlah pengungsi korban gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

Relawan dari berbagai Lembaga dan daerah, baik dalam dan luar negeri banyak berdatangan membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satunya dari tim relawan Kaltara yang dimotori oleh Pemerintah Provinsi. Tim yang berasal dari beberapa instansi dan relawan di Kaltara itu, masih terus bekerja melakukan evakuasi warga, hingga menyalurkan bantuan logistik.

Wahyu Susanto, Humas Provinsi Kaltara

PENYISIRAN warga Kaltara yang menjadi korban gempa dan tsunami terus dilakukan oleh Tim Relawan Kaltara. Kali ini, tim yang berada di Posko BPBD Provinsi Sulteng memulai perjalanan ke Kabupaten Donggala, Senin (8/10). Tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga mengantarkan bantuan gas kepada personel Brimob Tarakan yang kehabisan.

Sepanjang perjalanan, pemandangan luluh lantahnya rumah warga dan gedung-gedung menjadi jamak di mata para relawan. Namun itu menjadi salah satu penyemangat tim relawan Kaltara untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengungsi.

Di sisi lain, kondisi kedua wilayah yang terdampak gempa dan tsunami itu pun berangsur membaik. Hal ini terlihat dari mulai berjalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik di dua daerah tersebut. Tidak sampai disitu, instansi pelayanan publik lainnya seperti perbankan juga sudah mulai aktif, meski masih menggunakan mobil pelayanan.

Di Bappeda Sulteng salah satunya. Lantaran masih trauma dengan kejadian sebelumnya, para ASN (aparatur sipil negara) yang instansi itu bekerja di luar kantor.

Kecemasan pun masih menderu sebagian ASN yang ada di Pemprov Sulteng, karena gedung-gedung sudah retak pasca gempa mengguncang Kota Palu dan sekitarnya. “Kami tidak berani masuk mas, karena masih takut ada gempa susulan,”ujar salah satu pegawai yang enggan disebutkan namanya.

Dari Kantor Bappeda Sulteng, rombongan pun bergerak menuju Pondok Pesantren Al-Khairat untuk melihat penyaluran bahan makanan dari masyarakat Kaltara. Habib Husein selaku pimpinan pondok yang dipercayakan untuk menyalurkan makanan kepada warga sekitar pondok pesantren. Dengan pambagian yang sangat rapi, warga dengan antusias menerima bantuan yang disalurkan melalui ponpes itu.

Penyaluran bantuan berlanjut ke Kabupaten Sigi. Perjalanan yang memakan waktu 1 jam 20 menit itu mengantarkan tim relawan di Jono Oge, Kabupaten Sigi. Tiba di sana, kisah haru diceritakan oleh Salem (40), salah satu korban gempa dan tsunami yang selamat.

Ia menceritakan keluarganya habis tertimbun oleh tanah, bahkan yang memprihatinkan rumahnya tergeser sejauh 4 kilometer dan menewaskan seluruh anggota keluarganya. “Jalan ini awalnya lurus mas, sekarang jadi kebun jagung,” tunjuk Salem merintih. Tim pun terus melakukan pencarian, namun hingga detik ini masih belum menemukan warga Kaltara yang ada di wilayah di Jono Oge maupun Petobo.(*)

Label:
Advertorial
Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu