Kuatkan Pendidikan Karakter
Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono saat membuka acara penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 2 Tanjung Selor, Selimau I, Sabtu (6/10).

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya penguatan karakter bangsa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara menggelar penguatan pendidikan karakter di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tanjung Selor, Jl Selimau I, Sabtu (6/10).

Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono mengatakan dunia pendidikan begitu penditng bagi siswa siswi. Pasalnya melalui pendidikan berkarakter, para siswa tersebut tidak hanya digembleng berdasarkan kemampuan intelektual saja tetapi juga kemampuan emosional dan spiritual. “Hal ini dapat menumbuhkan kepekaan estetika dan ertistika untuk membentuk sikap kritis, apresiatif dan kreatif bagi siswa, juga mampu membentuk karakter yang tangguh sebagai bangsa sehingga menjadi berharkat dan bermartabat,” kata Sigit.

Agenda tersebut tidak hanya dihadiri oleh siswa tetapi juga orang tua murid. Sigit menguraikan untuk memperkokoh rasa kebangsaan dan kerakyatan, harus memantapkan kesadaran geografis untuk mengenal kesadaran diri. “Kalau untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini tidak sekadar untuk kemampuan otak, namun kita juga harus mampu mengembangkan rasa percaya diri serta mengangkat kemampuan bangsa untuk proaktif  ikut  mendesain masa depan dunia dan mendorong proses modernisasi,”jelasnya.

Sigit menyebutkan karakter yang baik merupakan karakter yang berisfat jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, berintegritas, dan mampu mengatur dan disiplin. “Jika kita mampu melaksanakan semua itu, maka kita akan dapat membangun karakter bangsa ini,”jelasnya. Karena itu siswa juga harus dapat bersikap ramah, mampu berbuat baik, memiliki rasa kasihan, santun, dan terpercaya.

Oleh sebab itu, orang tua dapat mengawal, membimbing serta mengawasi putra-putrinya untuk tetap belajar dan mengupayakan menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk membentuk karakter kepribadian yang positif. “Kalau untuk guru apapun jenis mata pelajarannya harus tetap bersinergi dan terintegrasi dan pendidikan karakter yang bersumber dari pendidikan keagamaan,” ungkap Sigit.(humas)

Label:
Advertorial
Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu